Datangi Mabes Polri, Abraham Amos Pertanyakan Perkembangan Penanganan Kasus HRS

  • Whatsapp

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- HRS, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) kembali akan berurusan dengan penegak hukum.   Setelah advokat Henry Yosodiningrat mempertanyakan perkembangan kasus yang pernah dilaporkannya,  kini giliran HF Abraham Amos,  mempertanyakan hal yang sama.

“Kedatangan saya ke Bareskrim Polri untuk menanyakan progres laporan yang pernah kami laporkan Januari 2017 tentang dugaan perbuatan HRS,” kata Abraham Amos kepada awak media di Mabes Polri, Rabu (18/11/2020).

Sebelumnya, Amos pernah didengar keterangannya sebagai saksi pelapor pada 8 Maret 2017 oleh penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri. Tapi, penyelidikan kemudian terhenti karena HRS meninggalkan Indonesia ke Arab Saudi, selama hampir 3 tahun.

Setelah HRS kembali, tim Advokasi Officium Mobile & Aliansi Advokat NKRI menanyakan perkembangan kasusnya.

“Waktu saya tanyakan, kami sempat dibuat kecewa karena beberapa barang bukti yang kami lampirkan hilang, serta petugas dan kasubdit yang menangani, sudah pindah tugas. Tapi, untungnya bisa kami lengkapi lagi,” katanya.

Sebelumnya, Abraham Amos mewakili Tim Advokasi “Officium Nobile & Aliansi Advokat NKRI ”  telah melaporkan HRS tertanggal 20 Januari 2017.

Pada waktu itu, terkait pidato HRS pada 26 Desember 2016, dinilai telah melakukan penghinaan terhadap Presiden RI Djoko Widodo serta TNI-Polri , dan berbagai berbagai bentuk kegiatannya militansi yang arogan, radikal, vulgar dan anarkis yang meresahkan masyarakat serta mengancam kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pasal pidana yang dijeratkan pada  HRS, yaitu tindak pidana menyatakan permusuhan kebencian/penghinaan pemerintah RI dan atau mempertontonkan gambar yang isinya menyatakan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap pemerintah (pasal 154 KUHP, 155 KUHP dan 156 KUHP, serta pelanggaran UU 11  2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *