Demi Narkoba, Anak Nekat Jual Rumah Mewah Orangtuanya

  • Whatsapp

Oleh Ulis JP

Jakarta, Amunisinews.co.id.- Akibat ketergantungan obat – obat terlarang (Narkoba), seorang anak, nekat menjual rumah mewah milik orangtuanya dengan tarif murah. Untuk melancarkan aksinya, si anak ini juga melibatkan komplotan penjualan mafia tanah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengatakan, awalnya si anak ini mencuri sertifikat di brankas rumah orang tuanya. Setelah mendapat seterfikat itu, lalu anak ini, meminta bantuan seorang perempuan untuk menduplikasi sertifikat tersebut. Usai berhasil menduplikasi, seterfikat asli dikembalikan lagi pada tempat semula.

“Semua dokumen dilengkapi, termasuk KTP asli tapi palsu (aspal) atas nama kedua orang tua dan surat nikah aspal orangtuanya yang menjadi pemilik rumah,” kata Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (04/03).

Ditempat yang sama, Panit 1 Unit 2 Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro AKP Reza Mahendra Setligt mengungkapkan, semua dokumen palsu itu dimanfaatkan untuk transaksi jual-beli rumah mewah yang terdapat di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tersebut.

“Bahkan juga melibatkan banyak orang lain, untuk berperan seolah-olah menjadi orang tua dari si anak pemilik rumah untuk dibawa ke depan notaris membuat akta jual-beli (AJB),” kata Reza.

Hingga akhirnya, semuanya berjaln dengan lancar, dan dana pembelian rumah senilai Rp3,7 miliar itupun berhasil dicairkan. Sementara harga pasaran kata Reza, diperkirakan mencapai Rp5 miliar rupiah.

“Nah, dari sini orang tua si anak melaporkan kasus pencurian hingga Tim Subdit Harda menangkap para pelaku semuanya tujuh orang,” tandas Reza.

Pertama kali tersangka yang diamankan polisi dalam kasus ini, lanjut Reza, adalah tersangka yang berperan seolah-olah menjadi orang tua dari si anak ini, dan terbongkarlah semuanya.

Sementara itu, hasil pengembangan serta dilakukan penyelidikan lanjutan dalam kasus ini, polisi sambung Reza, berhasil menemukan seorang bandar narkoba, yang memasok sabu kepada dua pelaku yang terlibat pencurian sertifikat hingga menjual rumah mewah di Cipete itu.

“Hasl test urine juga menunjukkan positif narkoba jenis sabu (ampethamine),” tambahnya.

Akibat perbuatan itu, ketujuh terdangka ini, dijerat dengan Pasal 367 KUHP tentang pencurian dalam keluarga, kemudian Pasal 263 tentang pemalsuan dokumen, dan Pasal 265 mengenai penggunaan dokumen palsu sebagai bukti untuk transaksi

Pos terkait