Demo Masyarakat KTT Tak Ditanggapi Serius DPRD Kota Tual

  • Whatsapp

Koordinator aksi demo warga KTT, Budi Rahantan, SE.M.M menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Wakil DPRD Kota Tual, Ali Mardana. SE 

oleh Jecko Poetnaroeboen
TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Sejumlah warga masyarakat Kur, Tam dan Tayando (KTT) resmi menggelar Aksi demonstrasi di Depan gedung DPRD Kota Tual, Provinsi Maluku yang tergabung dalam komunitas Penyambung Suara Rakyat KTT yang berlangsung di DPRD Kota Tual, kamis (15/07/2020).
Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor DPRD Kota Tual, sejauh ini tidak mendapat tanggapan serius oleh Wakil Rakyat, untuk itu orang nomor satu Polres Malra, Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael, S.I.K, M.H harus turun tangan guna bertujuan untuk memediasi aksi pemuda/i warga KTT dengan menghadirkan Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Ali Mardana, SE tatap muka bersama para pendemo pada pukul 18.10 Wit.
Pantauan Amunisinews menyebutkan selama aksi demo itu berlangsung, tidak ada satupun Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual yang datang menemui mereka, maka dari itu massa yang kecewa meneriaki wakil rakyat Kota Tual dengan nada sinis dan kecaman.
Melihat situasi dan kondisi yang sudah larut malam hari, Kapolres Malra, AKBP Alfaris Pattiwael, S.I.K, M.H, turun tangan guna memediasi para pendemo untuk bertemu secara langsung dengan Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Ali Mardana, SE.
Untuk itu, Proses mediasi Kapolres Malra berjalan lancar,  aman dan kondusif, pasca Kapolres Pattiwael menjemput Wakil Ketua DPRD Kota Tual dari dalam Gedung DPRD Kota Tual untuk datang menemui para pendemo warga KTT diluar gedung.
Selain itu, Salah satu Koordinator aksi demo warga KTT minta jaminan Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Ali Mardana, SE, agar mereka dapat bertemu para Wakil Rakyat asal KTT atau Komisi III DPRD dalam rangka melakukan audensi terkait tuntutan aspirasi yang akan disampaikan.
“ warga KTT apabila bapak Wakil DPRD Kota Tual tidak bisa memberikan jaminan, maka kami pulang dan akan datang kembali dengan jumlah massa yang banyak “ Ancamnya.
Maka dari itu, Menanggapi tuntutan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Ali Mardana, SE menyampaikan permohonan maaf, karena dua Pimpinan DPRD Kota Tual berhalangan hadir, karena sedang sakit.
“ Saya mohon maaf sebesar – besarnya kepada saudara/i sekalian, karena kami tidak hadir bersama dalam menerima aspirasi warga “ Tandasnya.
Lebih lanjut, Ali Mardana mengucapkan terimakasi atas aspirasi yang disampaikan, sehingga dapat diperjuangkan untuk memperbaiki kesejatraan masyarakat di Kecamatan Kur, Tam, dan Tayando (KTT).
“ keinginan adik – adik mau bertemu langsung wakil rakyat asal pulau – pulau dan Komisi III DPRD, sebentar saya minta Sekwan buat surat undangan pertemuan, jika ingin bertemu Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual, saya jamin hari Senin ( 20/07/2020), selaku pimpinan dewan akan pimpin langsung audensi bersama,” ungkapnya.
Terkait tawaran Wakil Ketua DPRD Kota Tual, koordinator aksi demo warga KTT, Budi Rahantan, SE.M.M,  mengaku kecewa dengan para wakil rakyat asal pulau Kur, Tam dan Tayando yang tidak peduli dengan aspirasi masyarakat.
“ Kami kecewa dengan wakil rakyat kami dari pulau – pulau, sehingga ini sudah saatnya masyarakat harus menentukan sikap kepada wakil rakyat yang  siap jiwa dan raga untuk rakyat, seperti yang ditunjuhkan Wakil Ketua DPRD Kota Tual yang adalah putera asal Sulawesi Tenggara “ sinis Rahantan.
Pada kesempatan Budi Rahantan, membacakan surat pernyataan sikap yang intinya mengecam keputusan DPRD Kota Tual dalam salah satu butir rekomendasi LKPJ Walikota Tual tahun anggaran 2019 yakni mengusulkan pembelian satu unit helikopter bagi warga pulau – pulau, ditengah tangisan dan penderitaan masyarakat di Kecamatan Kur, Tam dan Tayando akan pelayanan dasar infrastruktur PLN, jaringan telekomunikasi, air bersih, jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan yang belum memadai.
Surat pernyataan sikap yang ditandatangani tujuh koordinator warga pulau – pulau masing,  koordinator Tayando Yamtel, Ahmad Rumaf, Tayando Ohoiel, Trisnawati Banyal, Tayando Yamru, Abd. Halik Rahantan, Tayando Langiar, M. Arip Katmas, koordinator Tam, Insani Letsoin, Kur Selatan, Asri Sirvev dan koordinator Kur Utara, Bilal Rettob langsung diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Ali Mardana, SE.
Sesuai jadwal, Senin ( 20/07/2020 ), para pendemo akan kembali di Gedung DPRD Kota Tual untuk bertatap muka langsung dengan Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual dalam menyikapi aspirasi dan tuntutan yang disampaikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *