Diberitakan Habiskan Rp 13 M Hanya Buat Makan, Kadis Pendidikan Babel Kalut

  • Whatsapp
M Soleh, Kadis Pendidikan Bangka Belitung

Oleh Robi

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.CO.ID–Setelah disoroti LSM Gebrak Babel melalui media terkait  penggunaan APBD Provinsi Bangka Belitung  yang menghabiskan dana Rp 13 miliar lebih hanya umtuk makan dan minum, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Drs M Soleh, MM menjadi kalut dan galau.

Kekalutan dan kegalauan Kepala Dinas Pendidikan Prov.Babel M Soleh itu terungkap setelah diutarakannya melalui telepon kepada wartawan media ini pada Senin siang (27/11/2017). Kepada wartawan ini M Soleh sampaikan gara – gara berita di media dikatakannya bahwa dinasnya akan diperiksa oleh Tipikor Polda Kep.Babel dan Kejaksaan Tinggi Kep.Babel,

“Assalaamualaikum ! ini wartawan amunisinews.co.id ya, waduh pak gara gara berita bpk kita bakal diperiksa oleh Polda dan Kejati, padahal kita kerja selama ini jujur. Terima kasih pak ya,” dikatan M Soleh dengan aksen suara yang terbata – bata.

Menanggapi hal tersebut Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh menjadi curiga dengan kekalutan dan kegalauan M Soleh sebagai Kepala Dinas Pendidikan Prov.Babel terkait penggunaan APBD Babel Rp.13 miliar  lebih hanya untuk makan dan minum, jangan jangan dugaan banyak yang fiktip dan mark up karena kalau memang benar mengapa mesti kalut dan galau,

“Jangan-jangan dalam laporan anggaran makan dan minum itu diduga banyak yang fiktip atau mark up karena kalau benar tidak mungkin kita takut diperiksa atau diaudit,” tuturnya Selasa (29/11) disebuah kedai kopi Tunggtau di Sungailiat.

Diketahui sebelumnya DPA – SKPD (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) SKPD yaitu dokumen yang memuat pendapatan, belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran di SKPD Dinas Pendidikan Prov.Babel menurut Ketua LSM Gebrak Suherman Saleh, DPA- SKPD Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung sangat fantastis dan membuat masyarakat Bangka Belitung geleng geleng kepala, hanya untuk makan dan minum saja dalam setahun mereka (Dinas Pendidikan Prov.Babel) menghabiskan dana Rp.13.172.372.500.00,-

“Kami menyoroti anggaran di dinas pendidikan prov babel hanya untuk makan dan minum saja mencapai Rp 13.172.372.500.00, itu termasuk belanja mkn dan minum harian pegawai Rp 409.485.000.00 dan makan minum unt rapat Rp 1.485.375.000.00 dan juga unt tamu Rp 667.778.500.00 serta untuk makan dan minum kegiatan Rp10.609.734.000.00,” kata Ketua LSM Gebrak, Minggu (26/11)

Begitu halnya dengan perjalanan dinas mencapai rp 7.625.474.000.00 dengan perincian rp 6.412.760.000.00 dalam daerah dan untuk luar daerah Rp 1.212.714.000.00.

Selanjutnya kami LSM Gebrak menyoroti juga dengan belanja tropy/bingkisan/tanda penghargaan rp.1.953.680.000.00,

“Alangkah besarnya biaya hanya untuk makan dan minum saja mencapai belasan milyar ? Karena kami membandingkan dengan biaya makan dan minum narapidana di LP Tua Tunu juga yang mempunyai ratusan narapidana tdk sebesar itu dalam satu tahun,“ ujarnya.

Sementara Drs.Muhamad Soleh setelah dikonfirmasi melalui pesan WA pada Minggu (26/11) menjelaskan, semua biaya itu untuk makan minum semua PNS di Dinas Pendidikan termasuk semua guru-guru PNS baik tingkat sekolah dasar sampai tingkat SLA/SMK,

Ini Penjelasan M Saloh:

Belanja  makanan dan minuman pegawai sebesar Rp.  409.485.000.0007,- diberikan untuk seluruh PNS di disdik termasuk guru dan pegawai di sekolah yg jumlahnya diatas 2000 sesuai dengan Pergub dan dibayarkan berdasarkan golongam dari Rp.  32.000.- s. d. 37.500 per orang per hari.

Belanja makan minum rapat sebesar 1.485.375.000,-  merupakan belanja rapat-rapat di Dinas pendidikan, 4 cabdin dan 84 sekolah.. Termasuk dalam anggaran ini yaitu biaya rapat guru dengan orang tua /wali siswa.
Dan juga Belanja makan dan minim tamu senilai 667.778.500 merupakab penyediaan anggaran untuk tamu di Disdik,  4 Cabdin,  dan termasuk konsumsibuntuk tamu yang berkunjung di 84 sekolah negeri.

Sedangkan untuk makanan dan minuman kegiatan merupakan penyediaan dana untuk setaip kegiatan di dinas pendidikan dan di 84 SMA/SMK/SLB negeri.  Penyediaan anggaran ini yang terbesar yaitu untuk kegiatan kesiswaan baik untuk lomba siswa tingkat provinsi maupun kegiatan kesiswaan yg di lakukan di sekolah dengan jumlah sasaran peserta yang merupakan siswa berjumlah lebih dari 50.000 orang. Sesuai ketentuan,  biaya makanan dan minuman ini sebesar 15.000,- per kotak untuk snack dan 35.000 per kotak untuk makan siang/malam.
Dan juga untuk belanja tropy/bingkisan/tanda penghargaan sebesar Rp. 1.953.680.000,- merupakan penyediaan anggaran untuk pemberian piala/hadiah/tanda penghargaan bagi pemenang lomba siswa dan guru termasuk untuk siswa berprestasi di sekolah seperti juara kelas,  juara classmeeting,  dan lain-lain.

.Dan Anggaran yg besar tersebut bukan hanya anggaran yg ada pada Dinas Pendidikan saja,  tetapi juga termasuk anggaran yg ada di sekolah negeri dan cabang dinas pendidikan provinsi.  Jika dibandingkan dengan LP Tua Tunu dengan ratusan ratusan narapidananya,  maka Dinas pendidikan Provinsi memiliki lebih 2000 PNS dan 1900 guru dan pegawai di satuan pendidikan serta lebih dari 60.000 siswa.

Ada sebagian siswa tersebut khususnya di SLB yg tinggal di Asrama dan semua biaya makan minumnya ditanggung pemerintah.  Untuk lebih jelasnya penggunaan dana tersebut dapat dilihat di RUP dinas pendidikan provinsi yang akan diumumkan di situs http://sirup. lkpp. go.id.

 

Editor Hendra Usmaya

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *