Diduga Ada Kegiatan Prostitusi, Kasudin Pariwisata Jakarta Barat akan Segel Poseidon

  • Whatsapp

Oleh: Bambang GS

foto :ilusterasi

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Prostitusi terselubung di dalam usaha griya pijat bukan lagi menjadi rahasia. Contohnya, terlihat di kawasan Palm Cengkareng, Jakarta Barat.

Di tempat ini,  para pengusaha ini tidak segan dan  berani melanggar Pergub No 18 Tahun 2018, pasal 49 ayat (3) yang  menyatakan, pengawasan terhadap tempat hiburan dilakukan Pemprov DKI secara rutin setiap hari di tingkat kota atau provinsi.

Pengawasan bersifat khusus juga bisa dilakukan secara sporadis pada hari raya keagamaan, malam pergantian tahun, adanya pengaduan/laporan masyarakat terkait dengan terjadinya pelanggaran atau adanya pemberitaan media massa terkait dugaan adanya tindakan asusila, peredaraan, penjualan dan /atau pemakaian narkotika atau zat psikotropika.

Pasal 55 dan 56 menyatakan Pemprov DKI Jakarta  akan langsung menutup tempat usaha hiburan yang dilaporkan membiarkan terjadinya prostitusi dan perjudian. Penutupan dilakukan dengan mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

Poseidon  salah satu griya pijat terbesar di kawasan ruko Hawaii City Resort Blok A No 57 A diduga salah satu yang nekat melanggar aturan. Di tempat ini diduga ada kegiatan prostitusi didalamnya, pasalnya ketika team Amunisi melakukan investigasi langsung di tawarkan oleh kasir berbagai macam paket yang sifatnya 18 plus, bahkan pemilik tidak bersedia untuk di konfirmasi.

Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Barat Linda Enriany dengan tegas mengatakan,  akan segel  tempat hiburan atau Griya pijat jika memang terbukti ada kegiatan prostitusi.

“Semua saya lakukan berdasarkan prosedur, saya akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata, jika ada yang melaporkan dan bukti yang kuat saya akan rekom ke Satpol PP dan akan mencabut ijin Tanda daftar usaha pariwisata,” ujarnya.

Minimnya petugas pengawas membuat para pelaku bisnis griya pijat leluasa melakukan aksinya,  hal ini membuat Linda lebih memperketat pengawasan.

Linda juga mengimbau agar para pelaku bisnis griya pijat mentaati aturan dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan menegaskan setiap pelanggaran harus ditindak,” Mereka (pengusaha tempat hiburan) yang melanggar silahkan galau, mereka yang tidak melanggar silahkan tenang,” ujar Anies beberapa waktu lalu di Balai Kota. Anies juga tidak khawatir dengan pemasukan pajak daerah yang berkurang karena penutupan tempat hiburan yang melanggar.

 

 

 

Pos terkait