Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai RAB dan Speck, Kanopi Gedung Kantor BPN Cab.Muntok Roboh

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

MUNTOK BABAR,AMUNISINEWS.CO.ID–Diduga dikerjakan tidak sesuai RAB dan Speck, KANOPI kantor ATR/BPN kabupaten Bangka Barat ( Babar ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) yang dibangun dengqn total pagu dana senilai Rp3.337.809.000 dan dikerjakan oleh  PT Tapak Tujuh berlokasi di komplek terpadu perkantoran Pemerintah kabupaten ( Pemkab ) Bangka Barat, kemarin malam Sabtu (20/01/2018) diketahui roboh.

Padahal proyek pembangunan gedung kantor ATE/BPN itu baru selesai dikerjakan dan dikabarkan belum dilakukan serah terima atau (PHO).

Dalam pantauan Amunisi News ,Minggu ( 21/01/2018 ), kanopi yang roboh tersebut masih dibiarkan tergeletak di depan pintu masuk gedung.  Berdasarkan info yang didapat, Kanopi ksntor BPN itu roboh  terjadi sekitar pukul 19.00 WIB Saptu (20/01).

“Tadi malam ( saat kejadian ) hujan dan angin kencang. Kejadiannya selepas maghrib,” ujar salah seorang saksi saat ditemui di gedung BPN, Minggu ( 21/01/2018 ) sekira pukul 10.00 WIB.

Saksi yang lain Khaidir yang rumahnya tidak jauh dari gedung tersebut mengatakan, mendengar suara yang sangat keras. “Suaranya cukup keras. Saya keluar dan melihat ke depan (lapangan atletik Pemda Babar), karena saya pikir bangunan disitu yang roboh. Ternyata nggak ada yang roboh, jadi saya masuk lagi kerumah,” ujar Khaidir.

Robohnya kanopi gedung BPN baru diketahui Khaidir keesokan harinya. “Pas bangun pagi, saya nggak sengaja melihat ke arah gedung baru ( gedung BPN ). Ternyata kanopinya sudah roboh,” kata Khaidir.

Direktur Cabang PT Tapak Tujuh, Doni mengatakan penyebab robohnya kanopi gedung BPN tersebut disebabkan faktor alam dan diluar dugaan. Ia pun mengatakan tidak ada masalah dengan konstruksi karena sudah sesuai dengan gambar dan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ).

“Ya, angin penyebabnya. Ini diluar dugaan. Konstruksinya tidak ada masalah. Sudah kita bangun sesuai gambar. Dan sekarang ini mau kita perbaiki, ganti konstruksi karena ada beberapa material yang tidak bisa dipakai lagi. Akan kita antisipasi dan ambil langkah-langkah gimana baiknya agar nggak roboh lagi,” jelas Doni saat ditemui di gedung BPN, Minggu ( 21/01/2018 ) sore.

Sementara itu, menurut salah satu konsultan yang enggan namanya disebutkan, ada dugaan pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan teknis pekerjaan. “Bila dikerjakan sesuai dengan standar, tidaklah mungkin alucopan ( Aluminium Composite Panel ) itu akan lepas. Karena pemasangan alucopan mempunyai bingkai hollow besi sebagai dudukan,” sesalnya.

“Bila kita melihat cara pemasangan standar alucopan, itu harus mempunyai bingkai hollow besi yang mempunyai empat sisi tulangan bingkai. Tidak seperti yang terjadi pada foto gedung yang ada di lokasi,” lanjutnya.

Kepala kantor ATR/BPN Kabupaten Bangka Barat, Agus Sutrisno membenarkan peristiwa robohnya kanopi tersebut. ”Hujan dan angin kencang mengakibatkan kanopi gedung tersebut roboh terhempas ke tanah,” ucapnya.

Ia pun memastikan akan meminta tanggungjawab kontraktor untuk memperbaiki kanopi tersebut. “Memang peruntukannya untuk kantor BPN Bangka Barat. Tapi belum penyerahan ke kami ( PHO ). Yang pasti kami tidak akan terima kalo kondisinya seperti ini. Kami akan meminta developer untuk memperbaiki kembali sesuai dengan yang seharusnya,” tandasnya.

 

Pos terkait