Difitnah Soal PAUD Ilegal, H Yusron akan Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp

Oleh Mustafa Kamal

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Terkait sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ilegal di lingkungan UP3 Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara tokoh masyarakat setempat yang juga wartawan Amunisi H Yuston Efendi difitnah oleh sekelompok orang.

Selain difitnah, H Yusron Effendi juga dilecehkan di depan  khalayak ramai sebagai pihak pembohong yang tak layak lagi dipercaya.

Kondisi ini membuat H Yusron Effendi merasa terhina dan menyerahkan persoalannya kepada pengacara Budi Suranto Bangun SH, MH untuk meneruskan masalah ini ke rana hukum. “Habis tahun baru ini kita akan proses somasi dan pelaporan ke pihak kepolisian,” kata Budi Suranto Bangun kepada Amunisinews.co.id.

Peristiwa yang membawa-bawa nama H Yusron bermula dari temuan adanya PAUD tanpa izin yang kontennya menyebarkan agama tertentu.Kemudian H Yusron melakukan konfirmasi kepada Kepala UPT Syamsudin.

UPT Muara Angke kemudian memanggil pengelola PAUD itu Anggiat Manulang dan pemilik awal bangunan PAUD Leman.

Kapolsek, Kepala UPT dan sejumlah tokoh masyarakat beserta khalayak mendengar saat Asep merendahkan martabat H Yusron

Nah, dalam pertemuan Anggiat, Leman dan Syamsudin itulah terkuak ucapan dari Leman dan Anggiat yang mengatakan PAUD itu berdiri atas izin H Yusron Efendi. “itu tidak benar. Memangnya siapa saya,  berani memberikan izin di lingkungan UPT,” kata H Yusron Effendi.

Karena penasaran namanya disebut sebagai pihak yang memberi izin, kemudian H Yusron menemui Leman. Dan Leman membenarkan bahwa dia dan Anggiat menyebut nama H Yusron di hadapan UPT.

Tak hanya menemui Leman, H Yusron juga menemui Anggiat. Anggiat pun menyerahkan pengelolaan PAUD itu kepada masyarakat melalui H Yusron. Anggiat Manulang diminta membuat surat tertulis dan bermaterai dan ditandatangani. “Tapi saya gak mau tanda tangan saat itu. Saya minta ditanda tangani didepan forum masyarakat empat RW,” kata H Yusron.

Setelah draf surat dibuat, atas arahan Aiptu Sutrisno,  Kanit Intelkam Polsek Sunda Kelapa (Saka), melalui selulernya,  esoknya diminta bertemu dan surat ditandatangani di depan forum masyarakat Muara Angke, tokoh masyarakat empat RW serta tokoh masyarakat dari blok Empang.

Saat itu, pihak terkait sudah datang hanya Leman yang tak muncul dengan alasan masih di daerah Balaraja, Banten dan jalanan macet.

“Kami berdua Bapak Arfani dipersilahkan duduk di depan menghadap forum bersama-sama  Kapolsek-Kepala UP3 dan Anggiat M. dan lainnya yang saya  lupa namanya. Lalu acara dibuka oleh Kapolsek. Giliran saya diberi waktu untuk menerangkan keadaan yang sebenarnya timbullah gaduh.  Sampai ucapan salam saya dijawab oleh masyarakat ,.uuuuuuhhhh. Namun saya tetap menjelaskan apa adanya,” jelas H Yusron.

Giliran panitia memberi ruang tanya jawab, kata H Yusron,  seorang warga Asep mengacungkan tangan, diberikan waktu oleh pembawa acara. “Saya kira mau tanya apa, gak taunya  mencemoohkan saya dengan kata-kata H.Yusron itu maen sinetron dengan Manulang, wartawan pembohong tuh,” kata H Yusron.

Posisi Asep, saat itu berdiri sambil pegang mik, di barisan depan. Perkataannya yang merendahkan profesi itu juga disaksikan Kapolsek, Kanit , kepala UPT dan khalayak ramai.

 

 

 

Pos terkait