Diinvestigasi Dana BOS, Kepala SMKN 1 Jeneponto Berontak Naik Pitam

  • Whatsapp

Oleh Hamzah Sila

JENEPONTO, AMUNISINEWS.CO.ID – Kepala SMKN 1 Jeneponto Sulawesi Selatan, Abd. Karim S.Pd M.Pd naik pitam saat diinvestigasi oleh LSM, terkait masalah penggunaan dana BOS yang berkisar Rp 1.316.800.000, yang dikelolanya pertahun.

Entah Abd. Karim berekting mengalihkan perhatian  wartawan dan LSM, sehingga bukannya mau melayani dengan baik dan mejawab pertanyaan rekan LSM, melainkan dia naik pitam berdiri membuka dan menutup keras pintu ruang kerjanya, hingga poto yang tergantung di dinding tembok, berjatuhan.

Abd. Karim yang sudah bertitel Master pendidikan dan juga sekaligus Ketua MKKS, masih dinilai bodoh atau dia pura pura bodoh sehingga RKAS dan RPD yang diminta oleh Tim Investigasi LSM Koalisi, dia enggan menjawab ataupun memperlihatkan dengan dalihnya, bukan rananya LSM dan wartawan.

Mendengar alasannya, hanya Inspektorat dan KPK berhak mempertanyakan dan melihatnya, maka Abd. Karim dinilai sosok Kepsek yang buta hati, tidak mengenali permendikbud no 18 tahun 2019 atas perubahan permendikbud no 3 thn 2019 tentang petunjuk tekhnis dana BOS Reguler thn 2019 dan beserta lampirannya.

Di halaman 78 BAB V pertanggungjawaban Keuangan, pembukuan dantranspransi di sekolah.

Lanjut di halaman 82 poin 3 : sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan dan penggunaan dana BOS Reguler, sekolah harus mempublikasikan dokumen pendukung transpransi informasi secara lengkap, dokumen yang wajib dipublikasikan oleh Sekolah.

Meliputi :
poin A. Realisasi penggunaan dana tiap sumber dana/pertriwulan.

Poin: B rekapitulasi penggunaan dana.

Mengacu pada permendikbud No 18 Tahun 2019 tersebut, maka Karim patut diduga keras banyak menyelewengkan/menyalahgunakan dana BOS, mengingat RKAS dan RPD yang seharusnya tertera jelas di papan transpransi yang wajib terpasang di dinding tembok namun di SMKN ini tidak terpasangnya.

Memberontak laksana preman mabuk membuka dan menutup kencang keras pintu hingga suara pintunya menggelapak mengagetkan, maka sangat disayangkan Abd. Karim yang sudah bergelar Master pendidikan dan sekaligus sebagai Ketua MKKS SMK di Jeneponto, melakukan sikap yang tidak terpuji itu, yang tak ubahnya pengembala tak beritika.

Entah kenapa sehingga Kepsek yang bergelar Master pendidikan ini, takkunjung mau tranparansi memberikan keterangan saat diinvestigasi oleh Tim Investigasi LSM di ruang kerjanya pada Jumat, 7 Februari 2020.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *