Dikeluhkan Pelanggan, Meteran Air Tanpa SNI Bikin Tarif Membengkak

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

 

SUNGAILIAT,AMUNISINEWS.CO.ID–Salah satu pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Bangka, berinisial Sam (warga nelayan Sungailiat) membeberkan, bahwa sebelum  meterannya diganti PDAM Tirta Bangka dengan meteran yang SNI selalu membayar tagihan yang tinggi kepada PDAM Tirta Bangka.

Kepada wartawan, Sam membeberkan, dulunya sebelum menggunakan meteran air yang ada tulisan SNI, bill pemakaian air yang harus dilunasi setiap bulan paling sedikit Rp.300.ribu, namun setelah satu tahun belakangan sejak pergantian meteran air dari yang tidak bertuliskan SNI ke meteran yang ada tulisan SNI, Sam dalam setiap bulannya membayar paling tinggi Rp.100 ribu.

“Dulu sebelum diganti meteran air, kami bayar ke kantor PDAM terkadang sampai Rp.300 ribu lebih. Namun setelah saya bolak balik ke PDAM dan akhirnya pihak PDAM Tirta Bangka mengganti meter air kami dengan meteran air yang bertuliskan SNI bermerk Linflow ini, Alhamdulillah setiap bulan kami bayar paling tinggi Rp.100 ribu,” ungkap Sam seraya menunjukkan meteran airnya bertuliskan SNI merk Linflow, Minggu (3/12/2017).

Diakui Sam saat pergantian meteran air yang ada tulisan SNI berawal ketika dirinya merasa kesal dengan mahalnya biaya pemakaian air yang harus dibayarkan kepada PDAM Tirta Bangka.

“Awalnya saya kesal sekali, dirinya sudah mampu tapi setiap bulan harus bayar air hingga tiga ratusan ribu. Ya saya protes lah, lalu saya pun minta ganti meteran air yang ada tulisannya SNI dan Alhamdulillah sejak meteran merk Linflow bertuliskan SNI bill biaya pemakaian air tiap bulan paling tinggi Rp.100 ribu,” terang Sam lagi.

Dengan kejadian itu, amunisinews.co.id  mencoba menelusuri meteran air dari beberapa pelanggan PDAM Tirta Bangka dan ternyata meteran air  yang ditemukan kebanyakan bermerk Bestini tanpa tulisan SNI .

Selain meteran air yang tidak bertuliskan SNI, terungkap juga kalau pelanggan PDAM Tirta Bangka tidak pernah tau apa yang dimaksud dengan prinsip tera ulang meteran air. Padahal ini sangat perlu diketahui, agar terciptanya tertib ukur yang jujur, adil dan transparan kepada pelanggan.

Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, PDAM Tirtauli berkewajiban menera ulang meteran pelanggannya.

Pasalnya, jika tidak ditera ulang, berat kemungkinan beberapa komponen meteran air akan mengalami korasi atau rusak, sehingga data rill pemakaian air yang sebenarnya tidak tercatat dan akibatnya merugikan konsumen.

Masalah tera ulang meteran air PDAM ditegaskan lagi pada Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyedian Air minum (SPAM).

Pada pasal 11 ayat 2 berbunyi, untuk mengukur besaran pelayanan pada sambungan rumah dan hidran umum harus dipasang alat ukur berupa meter air. Ayat 3 nya, untuk menjamin keakurasiaan, meter air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib ditera secara berkala oleh instansi yang berwenang.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah PDAM Tirta Bangka pernah melakukan tera ulang meter kepada pelanggannya ?

AS adalah salah seorang pelanggan PDAM Tirta Bangka yang berhasil dijumpai amunisinews.co.id , Dia mengaku belum sama sekali mengetahui adanya tera ulang secara berkala dilakukan PDAM Tirta Bangka.

“Dak pernah ada dilakukan tera ulang terhadap meteran air dirumah ku, tetapi yang sering datang tukang cek meteran orang PDAMnya, ” tuturnya  AS

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan kalau memang pelanggan mau meteran yang SNI, kita akan ganti saja yang SNI semua,

“Kalau maunya pelanggan menggunakan meteran SNI, ya akan kita ganti saja meterannya dengan yang SNI, nanti akan kita cek lagi sekembalinya saya dari DL ini”, ujar Welli pada Minggu (3/12) pukul 14.19 Wib

Pos terkait