Dinas Kesehatan Ketapang Merasa Sudah Standar Jalankan Tugas Tangani Covid 19

  • Whatsapp

Oleh Tri Tegu A

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Hj.Rustami, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat mengatakan pada hari Kamis, tanggal 17 Juni 2020 lalu pasien yang dipulangkan ada 4 (empat) orang yang telah dinyatakan sembuh.

“Total pasien sembuh sekitar 14 orang,” tegasnya.

 

awak media amunisi menanyakan berapakah total pasien yang sudah sembuh sampai hari ini?
Hj.Rustami menjawab ada 14 orang.” katanya kepada Amunisi.

Sementara, ODP yang terpantau ada 157 orang, kemudian ODP yang sudah selesai pemantauan adalah 1590 orang.

Dan terakhir berapa anggaran pasien persatu orang dalam masa perawatan hingga sembuh total secara global yang ter alokasikan, dan obat apa yang digunakan sehingga pasien itu sembuh, serta apakah pasien yang di nyatakan tlah sembuh itu sudah sembuh 100℅ dan apakah siap dipertanggung jawabkan, juga dokter yang menangani virus covid?

Hj.Rustami mengatakan, untuk mengenai anggaran tidak adanya di Dinas Kesehatan, terkecuali untuk pembelian ravid dan makanan pasien, namun jika berapa total anggaran pasien dari masa perawatan hingga sembuh persatu pasien bahwa Dinas Kesehatan tidak mengetahui, adapun dari global masing-masing per item kegiatan, dan per item kegiatan masing-masing dibidang kegiatan di system mana dan seperti apa, contohnya di bidang makanan itu di sektotariat untuk makanan pasien, dan untuk obat-obatan di Bidang Dinkes untuk covid 19, kemudian untuk handuk dan sinitasinya di puskesmas, kemudian ACE dan sebagainya di bagian umum.

Kemudian yang kedua yaitu, Dinas Kesehatan ada 2 (dua), yaitu 1 (satu) melayani pasien dan kedua mencegah, serta merawat pasien ada yang di tempatkan di Rumah Sakit Agoesjam dan BSM sebagai tempat ke dua sebagai rumah singgah tempat pasien yang terdampak virus covid.

Mengenai anggaran Rumah Sakit Agoesjam Hj.Rustami mengatakan mereka mempunyai mata anggaran tersendiri, berbeda dengan Dinas Kesehatan tidak sama.

Lanjut Hj.Rustami mengatakan untuk masalah obat-obatan, sebagian besar pasien atau seluruh orang yang dirawat rata-rata adalah OTG (Orang Tampa Gejala), selain itu orang tersebut sehat tetapi di dalamnya itu ada virus, maka dari pada itu obat yang diberikan obat yang meningkatkan daya tahan tubuh seperti vitamin, dan makanan-makanan bergiji.

Lanjut awak media amunisi mepertanyakan jenis vitamin apa yang dikosumsi, Rustami menjelaskan jenis vitamin yang dikosumsi bahwa H.Rustami tidak paham untuk itu, dokterlah yang pada dasarnya mengetahui, pada intinya sambil tersenyum ia mengatakan kita gunakan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien.

Dan dalam hal ini pun tidaklah sembarangan di sini kita ada juga protoknya, dan ada SPO-nya yang diterbitkan oleh pihak Rumah Sakit Agoesjam, serta Dinas Kesehatan masih di bawah supervisi dan dokter ahli, mereka membuat semacam protokol, jadi protok inilah yang diikuti oleh pelayanan untuk pasien.

Terus Dokter-dokter yang menangani virus covid yang slama masa pandemic itu berlangsung yaitu, ada 2 (dua), Dokter Eva Bagian ahli Paru-paru dibagian Rumah Sakit Agoesjam dan Dokter Hendro sepesialis penyakit dalam supervisi di BSM yang di sebut rumah singgah karna khusus dibuat 2 (dua) tempat, dan Dokter Eva juga sekaligus ketua semua Dokter, yang disebut namanya PPI(Pencegahan Penyakit Inveksi).

Kemudian Dokter Hendro adalah Dokter supervisi dan kebetulan memang pendamping bagian dalam di Dinas Kesehatan, yang di tempatkan di BSM sebagai supervisi penanggung jawab medis yang disebut PASKUS: (PASILITAS KHUSUS), kemudian ada juga dibantu oleh Dokter Abdul Mu’in untuk di SUAP pengambilan Krog, juga Dokter Eni sebagai Dokter krogtokologi ahli penyakit, jadi itu untuk SUAP nya, jadi hasil SUAP nya diambil oleh SUAP drogtokologi dan penanggung jawab SUAP itu diambil oleh Dokter ahli drogtokologi, SUAP itu dipertanggung jawabkan oleh Dokter Eni Selaku Ahli Specialist

SUAP itu dipertanggung jawabkan oleh Dokter Eni Selaku Ahli Specialist patologi klinik.

Kemudian untuk bagian ahli giji yaitu, Rosalina sarjana ahli giji grinis, jadi berdasarkan keterangan Hj.Rustami bahwa pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan secara standard dengan mengoptimalkan penanganan perawatan serta pencegahan.

Ditambahkan oleh Drg.Basarian selaku Kabit P2 bahwa bahwasannya untuk perawatan tenaga di sini adalah para-para Dokter ahli, jadi tidak menutupi kemungkinan pasien bisa dikatakan sembuh, dan juga dokter jaganya pun adalah Dokter-dokter ahli dari puskesmas.

“Mengenai APD (Alat Pelindung Diri) Hj.Rustami menjelaskan kami sudah cukup dan lengkap untuk itu, maupun disemua Puskesmas kami siap,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *