Dishut Babel Akan Tindak Tambang Rajuk di Kawasan HL Teluk Limau

  • Whatsapp

Oleh Suherman Saleh/Budiman Siregar

JEBUS_MUNTOK, AMUNISINEWS.CO.ID- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan SAG, melalui Melyadi KPH Jebus Bangka  Barat akan menindak Tambang Rajuk yang beraktifitas di kawasan Hutan Lindung Desa Teluk Limau kecamatan Parit Tiga kabupaten Bangka Barat.

Hal itu diungkapkan Melyadi , KPH Jebus Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sudah mengerahkan tim Intelnya kelokasi dan benar lokasi itu masuk dalam kawasan Hutan Lindung,

“Tadi tim intel kami kesana, setelah diambil titik koordinat, lokasi yang pak herman maksud di dalam kawasan HL”, ungkap Melyadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/9/2018).

Dikatakan Melyadi, Dinas Kehutanan akan kelokasi dan akan mendata serta akan memberikan peringatan dan sanksi,

“Besok  tim kita akan ke lokasi, mendata dan memberikan surat peringatan”, katanya.

Sebelumnya sudah diberitakan bahwa para penambang terpantau beraktifitas dikawasan ini sudah masuk Kawasan Hutan Lindung, di Kolong Kuarsa Desa Teluk Limau, kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat (Babar) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Minggu (23/9).

Selain merusak kawasan HL persoalan lain adalah membeli dan menampung pasir timah yang diduga tidak memiliki izin dari pihak terkait itu anehnya tidak tersentuh oleh aparat Kepolisian setempat bahkan terkesan dibiarkan, padahal aktifitas mereka sudah berlangsung lama.

Salasatu penambang yang sempat mengaku kepada wartawan bahwa hasil timah yang mereka dapat itu biasanya mereka jual kepada oknum yang diketahui bernama (inisial,T) selaku kolektor pasir timah di Desa Sekar Biru, kecamatan Parit Tiga,

“pasir timah ini kami jual ke T selaku kolektor di Desa Sekar Biru” kata salasatu penambang kepada wartawan.

Sementara itu T sendiri selaku kolektor timah tidak terima dengan wartawan yang telah mengambil dokumentasi (foto-foto – red) di tambang itu, T langsung menelpon salasatu wartawan dengan nada marah- marah hingga menyebutkan mengapa hanya tambang saya saja yang difoto foto sementara penambang lain banyak, kenapa tidak difoto,

“apa maksud kamu (wartawan – red) memfoto foto ditambang saya sebab tambang lain banyak, berarti kamu ngajak saya bermusuhan ya? Kamu dimana !! Kita ketemu saja” kata T dengan nada beringas dan kesal.

Berdasar informasi yang didapat dilapangan bahwa kolektor T tidak hanya beli dari TI Rajuk Kolong Kuarsa saja, tetapi Biji timah dari tambang – tambang  ilegal dari dari Desa Jebu Laut dan TK 8 pun diduga ikut dibelinya dan infonya juga timah – timah yang dibeli dari hasil ilegal itu diduga dibawa ke salasatu Smelter di Kawasan Jelitik Sungailiat.

 

Pos terkait