Dishut Babel Bongkar Tambang Apung di Kawasan HL Teluk Limau

  • Whatsapp

Oleh  Budiman Siregar

JEBUS,MUNTOK,AMUNISINEWS.CO.ID- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan SAG, melalui KPH Jebus Bangka Barat  Melyadi hari ini Selasa (25/9) telah membongkar Tambang Rajuk yang beraktifitas di kawasan Hutan Lindung Desa Teluk Limau kecamatan Parit Tiga kabupaten Bangka Barat.

Menindaklanjuti perintah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan SAG, hari ini Selasa (25/9) kami dari KPH Jebus membongkar semua tambang Rajuk Timah yang beraktifitas di kawasan Hutan Lindung Desa Teluk Limau kecamatan Parit Tiga kabupaten Bangka Barat

“Sudah kami bongkar dan pembongkaran itu dibantu oleh warga pemilik tambang,” ungkap Melyadi melalui pesan WhatsApp, Selasa malam (25/9/2018).

Dikatakan Melyadi, ada sekitar 30 ponton tambang apung, semua sudah dibongkar. ” Ada sekitar 30 ponton dan sudah dibongkar,” katanya.

Sebelumnya sudah diberitakan bahwa para penambang terpantau beraktifitas dikawasan ini sudah masuk Kawasan Hutan Lindung, di Kolong Kuarsa Desa Teluk Limau, kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat ( Babar ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) Ahad ( 23/9).

Selain merusak kawasan HL persoalan lain adalah membeli dan menampung pasir timah yang diduga tidak memiliki izin dari pihak terkait itu anehnya tidak tersentuh oleh aparat Kepolisian setempat bahkan terkesan dibiarkan, padahal aktifitas mereka sudah berlangsung lama.

Salah satu penambang yang sempat mengaku kepada wartawan bahwa hasil timah yang mereka dapat itu biasanya mereka jual kepada oknum yang diketahui bernama Tatang selaku kolektor pasir timah di Desa Sekar Biru,kecamatan Parit Tiga,

“Pasir timah ini kami jual ke Tatang selaku kolektor di Desa Sekar Biru,” kata salah satu penambang kepada wartawan.

Sementara itu Tatang sendiri selaku kolektor timah tidak terima dengan wartawan yang telah mengambil dokumentasi ( foto-foto – red ) di tambang itu, Tatang langsung menelpon salah satu wartawan dengan nada marah – marah hingga menyebutkan mengapa hanya tambang saya saja yang difoto foto sementara penambang lain banyak , kenapa tidak difoto,

“Apa maksud kamu ( wartawan – red ) memfoto foto ditambang saya sebab tambang lain banyak, berarti kamu ngajak saya bermusuhan ya? Kamu dimana !! Kita ketemu saja,” kata Tatang dengan nada beringas dan kesal.Berdasar informasi yang didapat dilapangan bahwa kolektor Tatang tidak hanya beli dari TI Rajuk Kolong Kuarsa saja, tetapi Biji timah dari tambang – tambang  ilegal dari dari Desa Jebu Laut dan TK 8 pun diduga ikut dibelinya dan infonya juga timah – timah yang dibeli dari hasil ilegal itu diduga dibawa ke salah satu Smelter di Kawasan Jelitik Sungailiat.

Pos terkait