Disidangkan segera, Perkara Tambang Ilegal Kawasan HTI di Desa Cit

Oleh : Suherman Saleh

Ke- 3 unit alat berat (eksavator) berhasil diamankan saat razia Tim Gakumdu di Desa Cit Riau Silip

SUNGAILIAT_BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID – -Dalam waktu dekat perkara penambangan illegal CV Tenggiling Persada dalam kawasan Hutan Lindung di Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka kabarnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sungailiat.

Pelimpahan berkas perkara Ilegal Mining itu dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, Rilke Jefri Huwae melalui Kepala Seksi Intel Kejari Bangka, Andre ketika dikonfirmasi terkait proses pelimpahan berkas perkara tersebut.

“Udah tinggal tunggu penetapan sidangnya,” tulis Andre singkat via pesan WhatsApp , Selasa malam (23/10/2018) saat menjawab pertanyaan wartawan.

Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak SH MH melalui humas PN Sungailiat, Jonson Parancis SH MH membenarkan bahwa kasus itu sudah dalam tahap persiapan sidang. Menurut Jonson pihaknya sudah menerima berkas perkara kasus penambangan illegal di kawasan HL Desa Cit dari pihak kejari Bangka.

“Berkas perkara terdakwa atas nama HS berikut BB nya berupa 2 (dua) alat berat (eksavator) merk Hitachi dan satu karung pasir bercampur pasir timah dan dua unit handphone (HP) serta berikut dokumen  sudah kita terima minggu kemarin. Sidangnya minggu depan,” ujar Jonson melalui sambungan telepon, Selasa malam (23/10/208).

Sebelumnya, Rabu tanggal 11 Juli 2018, Tim Gabungan yang melibatkan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera, DENPOM DAM II Sriwijaya, Dinas Kehutanan Babel serta Pihak Kepolisian berhasil menangkap aktor kegiatan tambang timah yang menggunakan 3 (tiga) unit alat berat serta alat-alat lain yang lazim digunakan untuk Pertambangan Timah pada pukul 14.00 WIB di dalam kawasan hutan produksi atau HTI Sungailiat Mapur Desa Cit Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam operasi tersebut, Tim mengamankan 2 orang inisial HS selaku pemilik tambang dan inisial P selaku operator alat berat serta barang bukti lain yang digunakan untuk kegiatan tambang.

Namun di saat tim mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 3 unit alat berat dan pelaku penambangan liar, massa berdatangan termasuk Kepala Desa Cit Kec. Riau Silip Kab. Bangka, H.Ardani dan seorang yang mengaku dari LSM menghadang dan melarang tim mengangkut BB dan pelaku yang akan diproses lebih lanjut.

Setelah dilakukan negoisasi, akhirnya 2 orang pelaku yang diduga terlibat dalam penambangan illegal tersebut berhasil dibawa ke kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dimintai keterangan oleh PPNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selanjutnya penyidik menetapkan pelaku pemilik tambang inisial HS menjadi tersangka penambang tanpa izin di dalam kawasan hutan, dan perkara ini dilimpahkan ke Direktorat Penegakan Hukum Pidana KLHK di Jakarta.

Dari hasil penyidikan pihak Gakkum itu dinyatakan lengkap (P21), akhirnya perkara tersebut dilimpahkan ke Kejari Bangka.
“Setelah dinyatakan lengkap. Hari ini kita lakukan penyerahan tersangka inisial HS berikut barang bukti ( BB ) berupa dua unit excavator merk Hitachi dan satu karung pasir bercampur pasir timah dua unit handphone (HP) serta berikut dokumen” kata Edi Sofyan selaku komandan brigadir satuan Polhut reaksi cepat kepada wartawan di kota Pangkalpinang, Senin (8/10/2018).

Kok cuma 2 (dua) unit alat berat (eksavator) yang dilimpahkan?

Terlihat sebanyak 3 (tiga) unit alat berat (eksavator) yang berhasil diamankan saat razia tim Gakumdu di Desa Cit Riau Silip beberapa waktu lalu

Menurut Kasi III Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah Sumatera, Dodi Kurniawan  menjelaskan jika 1 (satu) unit excavator yang belum diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Bangka, karena masih dicari keberadaannya.
“Satu unit belum dapat ditemukan, kita sudah masukkan dalam  daftar barang bukti terkait alat berat yang belum diserahkan,” ujar Dodi kepada wartawan, Selasa (/10/2018).

Saat disinggung mengenai tersangka yang hanya satu orang ditetapkan yakni HS. Dikatakan Dodi jika penetapan tersangka lainnya masih dalam proses pendalaman.
“Tunggu aja waktu mas. Kita lagi dalami semua,”,tulis Dodi dalam pesan WhatsApp kepada wartawan.

Informasi yang didapat  jika pemilik 2 (dua) unit alat berat (eksavator) disebut sebut berinisial AT salasatu boss PC di Bedukang sedangkan 1 (satu) unit lainnya yang kini berstatus dalam pencarian, kabarnya milik AK boss PC warga Sungailiat.
Belum ada keterangan lebih lanjut dari Dodi terkait keberadaan 1 unit Excavator yang dikatakan hilang itu, apakah masih dicari atau sudah ditemukan.

AK sendiri sejak kejadian penangkapan Excavator di Desa Cit itu sempat menghilang dari kediaman mewahnya di Desa Kudai Sungailiat dan aktifitas bengkel milik AK sempat terhenti.

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *