Disnaker Kab Bangka Bantu Kedua Karyawan PT GPL yang Dipecat

  • Whatsapp

Oleh Mahmud

 

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-.Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka  mambantu memfasilitasi  perundingan antara perusahaan PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) dan karyawannya yang di PHK tanpa uang pesangon di ruangan Meeting Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangka, Sungailiat Bangka, Selasa (14 /11) sekira Pukul 10.00 Wib.

 

Pertemuan itu dihadiri antara lain , Miyuni Rohantap kuasa hukum PT GPL dan dari pekerja yang di PHK Sunadi dan Zepi Fanjaran bersama perwakilan Konfederasi SPSI Budiman siregar dan dari pihak Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Perdagangan Kabupaten Bangka dihadiri Indra Sakriansyah plt Kabid Hubungan Industrial Kabupaten Bangka bersama Stafnya.

Dalam pertemuan itu, selaku perwakilan karyawan yang di PHK, Budiman Siregar mengucapkan banyak terimakasih kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangka yang sudah bersedia memfasilitasi perundingan ini sehingga kasus ini tidak berlarut larut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangka yang telah membantu terselenggaranya pertemuan ini sehingga tidak berlarut-larut,” kata Budiman saat di konfirmasi Amunisi News, Rabu (15/11).

Budiman juga menegaskan kepada perusahaan PT GPL kalau ada karyawan yang diberhentikan bekerja harus ada surat PHK dan di jelaskan apa kesalahannya jangan seperti ini tidak ada surat PHK , malah karyawan itu disuruh membuat surat pengunduran diri.

“Saya tegaskan kepada perusahaan PT GPL, jika memberhentikan karyawan itu buatlah surat PHK dan bayarkan pesangonnya sesuai aturan, jangan dibodohi untuk membuat surat pengunduran diri dan kalau ada karyawan yang memasuki usia pensiun harus dipensiunkan dan bayarkan hak pensiunnya,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Miyuni Rohantap kuasa hukum perusahaan PT GPL akan mengkomunikasikan dulu dengan perusahaan dan belum dapat memutuskan dan meminta dijadwalkan perundingan ke dua.

“Kami akan laporkan dulu kepada perusahaan dan kami minta dijadwalkan lagi untuk pertemuan kedua,” kata Miyumi Rohantab.

 

Pos terkait