Ditertibkan,Pedagang Picu Perkelahian dengan Satpol PP

  • Whatsapp
tertibkan pedagang- ajtim
Gelar dagangan di sempadan jalan, melawan saat ditertibkan petugas Pol. PP

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Kewajiban mencari nafkah untuk keluarga di luar kerap kali bersinggungan dengan orang dari instansi maupun institusi lain.Bilamana yang dilakukan itu tidak sesuai aturan yang berlaku.

Seperti keributan (bentrokan) terjadi saat Satpol. PP Kabupaten Sidoarjo dengan pedagang ketika akan ditertibkan.Hal ini dilakukan karena dengan seenaknya menggelar dagangannya di sempadan Jl. Raya Waru depan PT.Panggung Electric Citrabuana Selasa(11/4).

Polisi Pamong Praja ketika dikonfirmasi wartawan terkait pertikaian yang seharusnya tidak terjadi di pinggir jalan.Rahmad staf Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat yang kebetulan menertibkan bersama dua orang anggota Polisi Pamong Praja mengatakan,penertiban ini melarang,dan kita akan mengamankan barang bukti berupa terpal, karena ada pelanggaran di sempadan jalan.Pedagang sudah sering kali  diingatkan,dan perkataan mereka selalu mohon maaf.dan mohon maaf.

Rahmad menambahkan,sebenarnya ada untuk dibawa dan diamankan barang bukti dagangannya berupa terpal.”Namun tadi kan orangnya melakukan perlawananan dan saya kan juga manusia,yang takut lepas kontrol.Karena  melakukan perlawanan dan apabila saya bersikeras, tidak menutup kemungkinan akan terjadi adu fisik.Diduga mereka juga mengambil palang rel kereta untuk tempat jualan,” ujar  Rahmad selaku staf Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP kabupaten Sidoarjo.

Sementara Wahid (35) pedagang slayer,sarung tangan dan masker kepada wartawan Selasa(11/4) mengatakan,Satpol PP mau mengambil terpal penutup dagangan saya,katanya tidak ambil apa-apa.Dan  saya jualan di tempat terlarang.”Tapi kalau saya tidak jualan saya sekeluarga makan apa,” pungkasnya.

“Saya berharap seharusnya ya jangan semena-mena terhadap rakyat kecil kalau menindak jangan seperti itu.Dan harus ada solusi, kita mau jualan dimana .Saya jualan sama saudara sejak tahun 2004 di Surabaya dan pindah Sidoarjo baru 1 tahun,” ujar Wahid pria asal Madura yang menyesalkan arogansi Satpol PP tersebut.

Saksi mata  yang kebetulan melintas,Merri mengatakan seharusnya pedagang gak boleh berjualan di sembarang tempat. “Apalagi di dekat perlintasan kereta api dan memakan sempadan jalan.Karena dapat membahayakan pengendara serta pengguna jalan lainnya.Untuk Satpol PP seharusnya tidak  melakukan tindakan merampas jualan bahkan sampai berantem di tengah jalan.apalagi dilihat banyak pengendara yang lewat,sehingga mengakibatkan kemacetan jalan khususnya di depan PT.Panggung Waru,” terangnya.

Terkait penertiban yang dilakukan 3 anggota Satpol PP di Jl.Raya waru,Kasatpol PP kabupaten Sidoarjo Widyantoro Basuki (Wiwid) belum bisa dikonfirmasi perihal kejadian tersebut.(wan)

 

Pos terkait