Dituntut JPU 7 Bulan Penjara, Kata Bos Pupuk : Saya Bisa Gila

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.CO.ID-–Aneh pengakuan terdakwa Ahap Bos pupuk yang tidak ada ijin edar ini dalam persidangan kemarin Selasa (19/12/2017) di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang setelah diketahui dituntut  7 bulan penjara,

Setelah mendengar pembacaan tuntutan oleh JPU, terdakwa Guantoro alias Ahap sontak mengemukakan kalau dirinya bisa gila dengan tuntutan Jaksa.
“Saya bisa-bisa gila kalau begini yang mulia,” demikian ungkapan Guantoro alias Ahap ketika diberikan kesempatan oleh ketua majelis hakim, Sri Endang Ningsih SH MH.
Padahal Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) dari Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Bangka Belitung ( Babel ) Hidajati dalam persidangan yang beragendakan pembacaan tuntutan pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang kemarin.Selasa ( 19/12 ) hanya menuntut terdakwa Guantoro alias Ahap ini dengan tuntutan 7 bulan penjara

Selain itu Guantoro alias Ahap selaku bos pupuk tidak layak edar itu selain dituntut 7 bulan penjara wajib membayar denda sebesar Rp.5 juta dengan subsider 3 bulan kurungan badan

Bahkan JPU Hidajati juga meminta kepada majelis hakim agar barang bukti berupa pupuk tidak layak edar sebanyak 223 ton dirampas negara untuk dimusnahkan.

“Terdakwa dinyatakan bersalah dan terdakwa dituntut dengan hukuman 7 bulan pidana penjara  dan terdakwa juga wajib membayar denda sebesar Rp.5 juta dan apabila tidak dibayar maka diganti dengan 3 bulan kurungan penjara,” kata Hidajati ketika membacakan surat tuntutan JPU terhadap Guantoro alias Ahap

Semsntara itu Hakim Ketua Persidangan itu mengatakan kepada terdakwa Ahap, untuk  mengajukan pembelaannya,

“Atas tuntutan ini saudara berhak mengajukan pembelaan secara tertulis atau lisan. Bagaimana? tanya Sri Endang Ningsih.

“Saya minta pembelaan lisan karena masih mau ngurus karyawan termasuk keluarga saya, bu hakim,” kata Ahap di hadapan majelis hakim.

Selain itu Ahap pun meminta majelis hakim agar memberikan keringanan sehingga barang bukti ( BB ) ratusan ton pupuk miliknya itu dapat dikembalikan kepadanya.

“Saya minta pupuk dikembalikan ke saya karena saya mau ngembalikan ke pabrik itu yang mulia” alasan terdakwa di hadapan majelis hakim.

Namun pihak JPU dari Kejati Babel, Hidayati berpendapat tetap pada tuntutan yang telah dibacakannya.

“Kita tetap kepada tuntutan itu yang mulia”tegas Hidajati.

Diketahui sebelumnya, Guantoro alias Ahap dalam sidang dakwaan. Dia didakwa telah melakukan tindak pidana kejahatan yang berkaitan dengan pasal 61 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a dan e UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang ancaman pidananya maksimal 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 milyar.
Dan atau pasal 60 ayat (1) huruf f dan UU RI Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman yang ancaman pidananya maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 250 juta

Aktifis anti korupsi Marshal Imar Pratama yang sejak awal mengamati persidangan mengenai pupuk tidak layak edar ini menilai tuntutan Jaksa jauh lebih ringan dengan apa yang didakwakan sebelumnya namun untuk itu menurut Marshal mari nanti kita tunggu putusan majelis hakim

“Tuntutan Jaksa jauh lebih ringan dengan pasal yang dilanggar tapi bagaimana nanti kita tunggu putusan hakim” kata Marshal

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *