Diusut, Kasus Mempekerjakan Anak di Bawah Umur oleh Panitia Angkut Timah di Jelitik

  • Whatsapp

Oleh : G Julianto

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak / DPPKBP3A, Kabupaten Bangka melalui plt Kepala Dinas Boy Yandra akan melakukan pengusutan terhadap panitia pikul timah yang kedapatan mempekerjakan anak di bawah umur, untuk mengangkut timah dari Kapal Isap Produksi ( KIP ) kedarat.

Mempekarjakan anak di bawah umur untuk kegiatan itu tidak dibenarkan dan sudah melanggar UU Perlindungan Anak.

Hal itu dikatakan Boy Yandra saat ditemui diruang kerjanya Selasa ( 4/9/2018) di Sungailiat Kabupaten Bangka.

”Kami tidak membenarkan mempekerjakan anak dibawah umur dan ini bisa dilihat Dalam perspektif UU Perlindungan Anak, Pasal 1 ayat 1 No.23 tahun 2002 bahwa anak yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam perlindungan,” katanya.

Hal ini, katanya,  tidak bisa dibenarkan dan ini sudah melanggar UU Perlindungan Anak. “Anak yang belum berumur 18 tahun masuk dalam perlindungan Negara,” ujar Boy dengan nada yang agak kesal.

Boy Yandra juga jelaskan dalam hal ini anak tidak boleh menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Anak-anak hanya boleh berada di tiga tempat, yakni rumah, sekolah dan tempat berobat,

“Anak itu tidak boleh menjadi tulang punggung keluarga, mereka wajib bersekolah,” kata Boy lagi.

Lebih lanjut diungkapkan oleh Boy Yandra,Undang-undang Ketenagakerjaan pasal 68 menegaskan bahwa Pengusaha dilarang memperkerjakan anak dibawah umur, yang berdasarkan ketentuan adalah anak yang usianya dibawah 18 tahun. Ancaman bagi pengusaha atau perusahaan yang masih mempekerjakan anak yang belum berusia 18 tahun adalah pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp. 100 juta dan paling banyak Rp. 400 juta. oleh karenanya mempekerjakan anak dibawah umur bisa dipidana,

“Pengusaha tidak diperbolehkan mempekerjakan anak dibawah umur, itu ada UU dan sangsi hukumnya,” ungkapnya lagi.

Diketahui sebelumnya, dalam pembongkaran timah itu adanya keterlibatan anak dibawah umur yang diikut sertakan sebagai buruh pikul timah dari KIP terssbut.

“Banyak anak di bawah umur yang dilibatkan sebagai buruh pikul timah KIP oleh kepengurusan Pembongkaran kali ini,” ungkap salah satu warga nelayan dua di sela aktifitasnya.

Terkait adanya keterlibatan anak di bawah umur yang ikut serta menjadi buruh pikul timah KIP. Awang selaku kepala kepengurusan pembongkaran timah KIP dari peran kaling menyatakan jika kepala lingkungan yang mengatur teknis buruh pikul, dan dirinya akan segera melakukan himbauan kepada para Kaling untuk mengikut sertakan buruh pikul minimal 17 tahun.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Oh, itu teknis dari lingkungan itu bukan kita yang ngaturnya, ya mungkin. Ini nanti istilahnya dihimbaulah ya dari kaling – kaling kalau melakukan pembongkaran itu yang dilibatkan adalah warga yang umurnya 17 tahun ke atas lah,” kata Awang.

 

Pos terkait