DPRD Komisi D, desak Pemkot Revitalisasi THR Surabaya

  • Whatsapp

Oleh : Irman T

Pelaku budayawan/wati THR Surabaya

SURABAYA, AMUNISINEWS.CO.ID – Komisi DPRD Kota Surabaya mendesak kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk segera merevitalisasi Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, yang berada di Jalan Kusuma Bangsa.

Revitalisasi THR sangat urgent mengingat 90%  persen kondisi fisik THR cukup memprihatinkan, dan seluruh properti gedung pertunjukkan di THR dinilai sudah tidak layak dan membahayakan pengunjung. Pantauan ini terlihat jelas saat Komisi D DPRD Kota Surabaya melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke THR.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana mengatakan, APBD Pemkot Surabaya yang sebesar Rp 9,2 Triliun di 2018 ini seharusnya ada kontribusi persentase untuk revitalisasi THR agar kedepan tempat hiburan THR ini semakin diminati warga.

Agustin kembali mengatakan, sidak ke THR ini ingin melihat langsung kondisi bangunan yang merupakan salah satu aset Pemkot Surabaya, karena pada bulan April 2019 nanti bakal dikembalikan pengelolaannya dari PT Sasana Boga ke Pemkot Surabaya.

“Kan,. April 2019 nanti sudah habis, maka kami ingin melihat langsung kondisi gedungnya karena laporan yang kami terima katanya sangat kumuh, makanya kami sengaja melibatkan teman media saat meninjau langsung,” ujarnya kepada wartawan di komplek THR Surabaya, Rabu (23/05/2018).

Dirinya menambahkan, Komisi D juga meminta kepada pemkot, apakah pelaksanaannya melalui Disparta atau Cipta Karya, agar segera memulai pembuatan DED revitalisasi gedung tersebut sejak awal, termasuk akan difungsikan apa.

“Kalau Walikota akan memindahkan kegiatan pementasan budaya di THR seperti ludruk, ketoprak, wayang orang dan stand ke gedung tersebut, tetap saja masih memerlukan pembenahan di beberapa tempat dan itu menyangkut soal anggaran,” tandas Poliana.

Politisi perempuan PDIP yang telah bertahan selama empat periode di DPRD Surabaya ini berharap, agar perencanaan dan penganggarannya tidak terlambat karena akibatnya realisasi revitalisasi gedung tersebut masih harus menunggu anggaran berikutnya.

“Kalau menunggu lagi, kondisinya akan semakin parah karena tidak terurus, maka sebaiknya kita songsong saja serah terima itu dengan perencanaan dan dukungan anggaran yang matang,” ungkapnya

 

editor: maliki hd

Pos terkait