Dua Kepsek Berprestasi Dimutasi Bupati ke Staf dinilai Arogan, Langgar UU ASN

  • Whatsapp

Oleh : Hamzahr Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Mutasi diturunkannya Abdul Rauf S.Pd,.M.Si menjadi staf di Kantor Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab.Takalar Sulsel, mutasi kali ini dilakukan oleh Bupati Takalar, Samsari Kitta dinilai arogan dan juga diduga melanggar UU tentang ASN.

Kenapa tidak? Abd. Rauf sosok Kepsek yang dikenal sebagai Kepsek berprestasi melambung di Kab.Takalar, dengan berhasil menjadi Kepala Sekolah Terbaik Tingkat SMP se-Kabupaten Takalar pada tahun 2016 dan tahun 2017.

Maka sangat disayangkan, karena di saat prestasinya sedang melambung berkembang, lalu dikenakan mutasi dan kehilangan gaji sertifikasi guru, karena menjadi staf pegawai di Kantor SKB Takalar, dari yang sebelumnya menjabat Kepala SMP 3 Galesong Utara.

Bukan hanya Abd. Rauf saja yang diturunkan menjadi staf kantor, tetapi nasib yang sama, juga turut dialami oleh H. Natsir yang juga Kepala Sekolah SD 96 Kalongkong Galesong Utara, juga ‘diturunkan derajatnya’ menjadi staf di Kantor Perpustakaan Kab.Takalar.

Mereka berdua mengaku sama sekali tidak membantah mutasi, jika ditetapkan saja jadi guru di sekolahan, karena mereka berdua, mengaku sudah sertifikasi. Sehingga jika mereka dicopot dari Kepsek ke staf, maka mereka kehilangan gaji tunjangan kierja sertifikasinya.

Keduanya kemudian mengadukan nasibnya kepada wakil rakyat di Kantor DPRD Takalar, Kamis, 26 Juli 2018, dan mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Takalar H Jabir Bonto, bersama Ketua Komisi I DPRD Takalar Ilham Jaya Torada (Partai Hanura), H Nurdin, H Makmur Mustakim (Partai Persatuan Pembangunan/PPP), dan Haji Timung (Partai Gerindra).

Abdul Rauf dan H Natsir bersama sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Takalar mengadukan nasib mereka sebagai korban mutasi, dengan didampingi sejumlah anggota masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Takalar Menggugat.

“Saya bersama Pak Haji Natsir sudah sertifikasi, tapi sekarang dimutasi jadi staf biasa,” kata Abdul Rauf, seraya menambahkan bahwa meskipun SMP 3 Galesong Utara tergolong sekolah type kecil, tetapi siswanya dua tahun berturut-turut berhasil mewakili Kabupaten Takalar mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Lurah Didemosi Jadi Kasi
ASN lain yang mengadukan nasibnya yaitu Lurah Pappa, Kecamatan Pattallassang, Muhtar Daeng Rau. Ia didemosi dari lurah menjadi kepala seksi di kelurahan lain.

“Kehadiran kami di ruangan ini, bukan ingin memperjuangkan jabatan, karena bagi kami pangkat dan jabatan itu ibarat daki atau kotoran yang hilang kalau dibersihkan. Kehadiran kami di sini menyangkut hal paling prinsipil, yaitu harga diri, serta ingin menegakkan norma dan aturan yang telah disepakati sebagai hukum positif yang berlaku di negara kita ini,” kata Muhtar.

Dia mengatakan, mutasi itu hal yang biasa dalam birokrasi, namun menjadi tidak biasa manakala dilaksanakan tidak sesuai aturan dan norma yang ada.

Seperti yang terjadi 20 Juli 2018, ada beberapa pejabat tanpa pemberitahuan sebelumnya ternyata telah kehilangan jabatannya, padahal penjatuhan hukuman seharusnya dimulai dari hukuman disiplin ringan, disiplin sedang, dan disiplin berat, serta dilakukan melalui pemeriksaan yang hasilnya dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani pejabat pemeriksa dan ASN yang diperiksa.

Karena setiap penjatuhan hukuman disiplin ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwewenang menghukum, yaitu berdasarkan Peraturan Kepala BKN Nomor 21 tahun 2010 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Seperti yang saya alami, jabatan sebagai lurah dicopot, kemudian ditempatkan sebagai kepala seksi di kelurahan lain. Ironisnya lagi, lurah tempat saya bertugas, pangkatnya dua tingkat di bawah saya,” beber Daeng Rau.

Menurut Daeng Rau, Undang-Undang yang dilanggar oleh Bupati Takalar antara lain UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, jelasnya.

 

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait