Dua Lansia di Sidoarjo Akhirnya Mendapat Bantuan, Pemerintah Diminta Lebih Memperhatikan

  • Whatsapp

oleh Tama

SIDOARJO, AMUNISI – Seusai memberikan bantuan sembako juga uang tunai, kepada para pemulung dan gepeng dipinggiran kota Kabupaten Sidoarjo.Para Juru Warta Sidoarjo melanjutkan bakti sosialnya ,dengan mendatangi rumah dua lansia warga Dusun Doplangtretek Desa Bendotretek kecamatan Prambon paska viral di beritakan.Jum’at (22/5/2020)siang.

Hal itu merupakan sebagai bentuk kepedulian para Juru Warta Sidoarjo terhadap sesama.Terutama bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19, di masa Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat miris hati.Pastinya sangat dirasa dua Lansia yang harusnya menjadi garda terdepan dalam mendapatkan bantuan sembako.

Dua lansia mbah Sunari (78) tahun warga Dusun Doplangtretek Rt.05/Rw.02 Desa Bendotretek Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo,dan nenek Murani (70)yang sakit lumpuh bertahun-tahun.Untuk menopang hidupnya nenek Murani ikut cucunya,juga baru mendapatkan bantuan paska diberitakan oleh Juru Warta di beberapa media online.

Kakek yang tinggal sendirian di rumah berukuran kecil, selama ada penerapan PSBB dari pemerintah belum pernah sekali menerima bantuan dari pemerintah Daerah atau Desa.Karena ada persoalan KTP nya yang lama,”ujar cucu kakek Sunari kepada wartawan Jumat (22/5/20)sore.

” Sehari-hari Mbah Sunari mencari barang bekas atau rosokan untuk di jadikan uang demi menyambung hidupnya. “Apa lagi dampak Covid-19 ini membuat mbah Sunari kesulitan mencari barang bekas karena penerapan dari pemerintah PSBB banyak Desa-desa yang di tutup dampak Covid-19,” ujar Cucu kakek Sunari.

Sementara itu Suliyono selaku ketua RT 05 RW 02 saya ucapkan banyak terima kasih,kepada rekan -rekan Juru Warta Sidoarjo atas pemberitaan kemarin.Dan juga sudah memberikan bantuan sembako serta bantuan uang tunai, pastinya sangat banyak terbantu.Khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.Karena bantuannya sangat banyak yang datang.

“Sekali lagi saya sangat berterima kasih semoga kedepannya untuk pemerintah desa seharusnya tahu dan jangan menunggu di beritakan.Selama ini memang belum ada bantuan ,karena alasannya masalah identitas.Amat sangat disayangkan karena warga asli warga sini dari kecil,”ujar Suliyono ketua RT.05/ RW.02.

Senada Wahyu(37) cucu nenek Murani kepada juru warta mengatakan,kalau di masa pandemi ini memang belum ada bantuan,baru kemarin ada mas ya setelah dari Juru Warta yang membantu untuk memberitakan.Dan dengan pemberitaan kemarin ada bantuan dari Polsek Prambon.Saya tidak tahu juga alasannya kenapa nenek saya tidak pernah dapat bantuan.Alasanya pihak Desa itu harus sesuai E-KTP, nenek Muriani sendiri tidak punya E-KTP hanya KTP lama yang beliau punya

“Harapan saya untuk Lansia tolong di perhatikan minimal ada bantuan perbulan dan pemerintah tidak pilah-pilah dalam memberikan bantuan kepada warga yang benar benar sangat membutuhkan.”jelas Wahyu.

Dikesempatan berbeda juru warta Harian Duta Masyarakat Lutfi Sabtu(23/5/20)sore mengatakan,kegiatan ini (kemarin Jumat.red)merupakan bentuk kepedulian teman-teman pewarta.Kami tidak hanya menulis berita dan mengkritik kebijakan pemerintah yang sekiranya memang perlu dikritik.

“Masa setiap kali rekan-rekan juru warta menulis atau expose pemberitaan,baru ada action dari pemerintah maupun dinas terkait dan lainnya,apa memang harus menunggu diberitakan dulu,”tegas Lutfi.

Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masyarakat terdampak sangat membutuhkan bantuan.Terkait bantuan paket sembako di masa penerapan Pembatasan Sosial Berakala Besar (PSBB)tahap dua.Semoga pandemi ini segera berakhir dan aktifitas maupun roda perekonomian segera pulih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *