Dua Pengguna Tembakau Sintetis Dibekuk Satresnarkoba Sidoarjo

  • Whatsapp

oleh Tama

SIDOARJO,AMUNISI – Perang terhadap narkoba terus digalakan Pemerintah dan Polri.Masih maraknya peredaran narkoba semakin tidak terkendalikan.Hal ini terungkap penangakapan WNA Palestina dan warga Makassar, yang ditangkap Satresnarkoba Polresta Sidoarjo dalam memberantas peredaran narkoba di Sidoarjo.

Diketahui dua kasus berbeda, dengan tersangka berasal dari Palestina berinisial KW dan SW asal Makassar ini berhasil ditangkap Satresnarkoba Polresta Sidoarjo dalam waktu dan tempat yang berbeda.


Dalam pres rilisnya Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana didampingi Kasatresnarkoba Kompol Muh. Indra Nadjib, dihadapan wartawan mengatakan, pada tanggal 11 Pebruari 2021 sekitar pukul 20.00 Wib di salah satu apartemen, kami meringkus seorang WNA inisial KW (28) yang juga DPO Imigrasi karena paspor dan visanya sudah tidak berlaku.(mati)

“Diketahui dalam kamarnya didapat barang bukti diduga narkotika golongan I (jenis tembakau Sinte/sintetis) berat 4,44 gram, 1 linting diduga berisi tembakau sintetis dan 3 puntung rokok siap pakai serta 1 buah handphone,”jelas Wakapolresta Deny.

Atas perbuatannya, tersangka KW disangkakan pasal 112 ayat (1) UU RI no. 35 tahun 2009 dan pasal 127 UU RI no. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara dan pidana denda hingga Rp 8 Milyar.

Untuk kasus kedua, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny menambahkan bahwa pada tanggal 12 Pebruari 2021, kami juga telah menangkap SW (21) asal Makassar dan tinggal di wilayah Sedati Sidoarjo.

Masih kata Deny menjelaskan SW ditangkap saat berada di area SPBU Raya Tropodo dengan membawa 1 bungkus plastik kecil diduga berisi tembakau sintetis yang akan diedarkan. Disamping mengedarkan, diduga tersangka SW juga memproduksi sendiri di tempat kostnya.

“Dalam penangkapan, diamankan barang bukti saat ini berhasil disita, antara lain 1 bungkus plastik kecil berisi tembakau Sinte dengan berat 2,53 gram, dan satu bungkus 37,61 gram serta 1 bungkus berisi 169,08 gram, 1 bungkus 163,02 gram, 3 bungkus plastik masing-masing berisi 250 gram, 1x@ 1,5 kg, timbangan elektrik, 2 botol cairan methene, 2 botol cairan ethanol,” jelas Deny.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka SW dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI dan pasal 129 huruf a UU RI no. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 Milyar,ungkap AKBP Deny.

Ipda Denta.P.Juhara Kasubnit I Idik Satresnarkoba menambahakan, Ini sebenarnya bukan tanaman tetapi tembakau yang diberikan zat – zat kimia tertentu.

 

“Sebenarnya lebih jahat ini karena pengakuan dari beberapa orang yang kita tangani,orang yang menghisab rasanya seperti zombie.Dan untuk pabriknya ini pertama kali di Sidoarjo,dan penangkapannya sesuai prosedur di sebuah apartemen di sedati.”terang Denta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *