Dua Tersangka Penyalahgunaan BBM Sudsidi Diamankan Polisi

  • Whatsapp

 

 

Oleh Doni/ Herman Saleh

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.COM – Terkait kedua tersangka penyalahgunaan BBM Subsidi yang telah lebih dulu diamankan Polisi, Kamis (11/10/2018) sekira pkl 18.00 WIB di SPDN Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka diduga ada kaitannya dengan Deddy Julianto Wakil Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan info yang didapat, pemilik SPDN Jelitik itu adalah Deddy Julianto Wakil Anggota DPRD Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung dari Partai Gerindra.

Kepada wartawan, Deddy Julianto sendiri mengakui kalau 2 petugas nosel di SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) Jelitik Sungailiat benar adalah pegawainya yang ditangkap karena melakukan penyalahgunaan BBM jenis solar.

Pengakuan itu saat Deddy Julianto ditemui di ruangannya, Selasa (22/10/2018), Dedi Julianto yang merupakan politisi partai Gerindra ini meminta berita ini jangan dibesar-besarkan dan cukup silent saja.  “Ini sebenarnya ulah oknum pegawai saya. Ibarat kalau mau membunuh tikus jangan rumahnya ikut dibakar,” katanya mengawali perbincangan.

Diakui Dedi Julianto, SPDN itu untuk mendistribusikan BBM jenis solar sudah sesuai prosedur.  “Peruntukan BBM di SPDN itu kan untuk nelayan. Saya dengan tegas patuh terhadap aturan.  Setiap nelayan ataupun kapal harus punya kartu baru bisa membeli BBM.  Kartu PPN itu juga tidak boleh sering digunakan setiap hari harus berkelang, ” katanya.

Disinggung terkait penangkapan pegawainya,  Dedi Julianto sekali lagi menegaskan itu ulah oknum.  “Kalau kitamau mencari kesalahan orang banyak SPDN yang menjual tidak sesuai peruntukan.  Jelas-jelas SPDN buat nelayan ini banyak yang datang pakai mobil,” katanya sembari mengatakan ini juga ulah kompetitor.

Seharusnya sebagai wakil rakyat yang ngomong selalu prontal dan ceplas ceplos mengkritisi persoalan di Provinsi Bangka Belitung ternyata dirinya pula yang membuat persoalan di Bumi Serumpun Sebalai ini semakin runyam.  Disaat rakyat seperti nelayan membutuhkan BBM bersubsidi jenis solar,  malah anak buahnya sendiri sebagai aktor penyelewengan. Sungguh sangat miris!!

Sebelumnya Unit Opsnal Subdit Gakkum Direktorat Polair Polda Babel pada Kamis (11/10/2018) sekira pkl 18.00 WIB telah mengamankan 2 orang di SPDN Jelitik Kecamatan Sungailiat.

Adapun 2 pegawai SPDN milik Dedi Julianto bernama Jerry Kumbara (31)warga Jln Batin Tikal No 5 Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka dan Rolly Kurniawan alias Awon (33) warga Jl. Kartini No. 12 Kampung Jawa Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Informasi yang didapat hunterpers. com, sebelumnya anggota Subdit Gakkum Polair Polda Babel mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya indikasi penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di SPDN Jelitik Sungailiat yang mana seharusnya BBm tersebut dialokasikan untuk nelayan namun terdapat dugaan bahwa BBm tersebut ada yang disalurkan bukan kepada nelayan.

Menindak lanjuti informasi tersebut anggota lidik Subdit Gakkum melakukan penyelidikan dan mengamankan Rolly Kurniawan alias Awin.

Dari introgasi Rolly Kurniawan didapat keterangan bahwa dirinya dihubungi oleh Jerry kumbara untuk mengambil jerigen dan angkut BBM solar dari SPDN Jelitik ke kontrakan Jerry kumbara dan dibayar 200ribu.

Berdasarkan keterangan tersebut sekiira pukul 23.30 WIB team bergerak melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan Jerry Kumbara di rumah kontrakannya di Jalan Batin Tikal Sungailiat.

Dari kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti mobil Taft GT plat B 7 RT diduga bukan aslinya, jerigen berisi BBM jenis solar sebanyak 16 jerigen dengan jumlah kurang lebih 359liter, Hp merk Wsiomi redmi 5A warna hitam, Hp Xp3600, buku catatan pengisian BBM dan uang sebesar Rp 200.000 upah angkut.

Kasubdit Gakkum Polair Polda Babel, AKBP Irwan Nasution seizin Dirpolair Kombes Pol Lukas Gunawan saat dikonfirmasikan melalui ponselnya membenarkan adanya penangkapan 2 pegawai SPDN  Jelitik yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar.

” Penangkapan ini berdasarkan program Bharkom (Bhayangkara Komunitas) yang baru dibentuk dua minggu lalu.  Nah dari Bharkom inilah masuk aduan dari masyarakat nelayan kalau telah terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar,” ujar AKBP Irwan Nasution, Selasa (22/10/2018).

Ditanya terkait SPDN Jelitik milik salah satu pimpinan DPRD Babel,  Irwan tidak menampik dan silahkan tanya dengan yang bersangakutan.

” Informasinya seperti itu. Saya ditanya wartawan ya saya jawab iya,” tandasnya.

Sementarda dua org tersangka dan barang bukti dibawa ke Mako Ditpolair untukm diproses lebih lanjut.

Pos terkait