Dugaan Isu Miring oleh Propokator, Pemilik Lahan YE Dirugikan

  • Whatsapp

Oleh : TIM

Pertemuan di Pos Kamling desa

SERANG, AMUNISINEWS.CO.ID — Memperhatikan saat saksikan pihak BPN Kab.Serang Prov.Banten Sie Pengukuran ulang pengembalian batas, lahan/persil SPPT No.002.0080.0 dengan luas 6670 M atasnama Yusron Effendidi Desa Mandaya, Carenang, Serang-Banten.

Sewaktu akan terincikan sebagai data absah mengetahui dan lainnya dari para pihak terkait batas kepemilikan lahan/persil nya, ternyata ada beberapa kendala pada permasalahan kata persetujuan yang harus di bubuhkan seperti bukti tandatangan atas batas batas nya sesuai dengan yang tertera pada sertivikasi SHM. No.066. Blok Kisatip Kp.Watgalih – Ds.Mandaya- Kec.Carenang-Kab.Serang dan tertera nama pemiliknya Yusron Effendi. Namun muncul figur satu warga H.N yang kurang menyetujui, akibat terjadi dialogis dan terkesan protes tak setuju hingga terjadi ketegangan alias gesekan argumen.

Dari kemunculan H.N yang langsung memprotes atas masalah tersebut, maka pemilik lahan/persil Yusron Effendi menyadari beberapa hal yang ada di pemikirannya terkait ulah H.N dengan adanya seperti, kenapa Orang yang mau garap tanah pada takut dan terjadinya tumpukan sampah akibat masyarakat membuang sampah disitu.

Dan sudah ke-4 kali nya peminat atau orang yang mau bayarin tidak jadi membeli atau gagal transaksi, juga tersebarluas kabar menyatakan tanah itu sengketa, dibuktikan ia surati Kepala Ds.Mandaya, pada 26 Februari 2011.

Terbukti Patok pembatas besi hilang, padahal patok yang dipasang oleh pihak BPN, (1996). Diduga atas ulah nya H.N maka akibatkan kerugian secara materi dengan tak ada yang mau menggarap tanah itu, maka jika di berdayakan untuk persawahan akan hasilkan panen 2x tiap tahun. Hasil saat itu jadi terhenti dengan total 8 ton padi per tahun dan terhitung non aktiv alias jadi lahan tidur selama  7 tahunan, dari tahun 2011 hingga kini hasilkan nihil.

Selanjutnya pemilik paparkan, pada Petugas BPN Rudiat di konfirmasi pada Selasa 23-10-2018 pukul 13.19 Wib setelah mengetahui permasalahan yang ada, terkait Pengukuran Pengembalian batas lahan/persil tersebut sedang dalam prosesi, sesuai dengan sertifikasi.

Pos terkait