e-TLE akan Kurangi Pungli di Jalan

oleh Ulis JP

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID,-Sistem kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE) akan mengurangi jumlah anggota yang bertugas di lapangan. Hal ini, membuat berkurangnya angka pungli oleh oknum anggota.

“Karena kurangnya sentuhan dengan anggota itu akan merubah anggota di lapangan. Anggota tidak akan main-main (pungli). Misalnya ada oknum yang mencari-cari kesalahan, akan terekam oleh e-TLE ini,” kata Kapolda Metro Jaya Irken Pol Gatot Edy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Sistem e-TLE ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Disamping itu, angka kecelakaan lalu lintas akibat pelanggaran lalu lintas juga diharapkan berkurang.

“Itu untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas. Disamping itu, e-TLE akan berguna untuk merubah perilaku masyarakat. Dengan adanya kamera-kamera ini diharapkan masyarakat menjadi tertib, tidak melanggar, dan mengurangi sentuhan antara petugas polisi dan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Gatot, Tidak mudah merubah secepatnya perilaku masyarakat untuk berdisiplin dijalan, untuk itu perlu adanya bantuan dari pihak terkait terutama Dishub Pempov DKI Jakarta dan para kawan-kawan media untuk sosialiasi disiplin berkendara dijalan pada penerapan e-TLE.

Gatot menambahkan, e-TLE sendiri sebenarnya sudah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Namun, kamera pada penerapan e-TLE sebelumnya hanya dilengkapi fitur pelanggaran rambu, marka jalan, dan traffic light.

Kini, Kamera e-TLE terpasang di 12 titik di sepanjang Sudirman-Thamrin. Kamera ini mampu menganalisis berbagai pelanggaran, seperti tidak mengenakan seat belt, memakai ponsel saat berkendara, melanggar ganjil-genap, melanggar marka jalan, dan melanggar lampu merah,” katanya.

99 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.