Gapoktan Sesalkan Dana dari Pusat Tak Bisa Dicairkan

Oleh : Dedi Sumarni

KETAPANG KALBAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Munculnya spekulan penyimpangan Dana aliran keuangan Negara dari Pusat di sektor bidang Pertanian disebabkan Ketua GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) di Desa Sungai Jawi Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat hanya menyalurkan bibit padi saja dari dana bantuan pemerintah sebesar Rp.664 juta, ada dugaan jelas terindikasi merugikan keuangan Negara.”saya sebagai Sekretaris Gapoktan, Rahman” memaparkan kepada AmunisiNews Rabu 14/2/18.

Untuk meluruskan pertanggungjawaban Keuangan bantuan pusat untuk sektor bidang pertanian yaitu Gapoktan, uang tersebut telah masuk Ke Rekening Ketua Kelompak atas nama Muhammad Amin, sampai saat ini menjadi pertanyaan besar, belum terealisasi seperti yang di harapkan 8 kelompaok tani Gapoktan di desa Sei Jawi RT:10/RW.II.
Seketaris Gapoktan Pak Rahman tidak taumenau dan tidak pernah menanda tanggani keberadaan Dana sebesar Rp.664 juta tersebut, dia merasa Kaget dengan adanya pemanggilan ke kantor polisi dan Kejaksaan untuk di mintai keterangan, sementara itu saya tidak taumenau sebagai sekretaris Gapoktan, dan ada dana yang sudah di tarik sebesar Rp.250 juta juga saya tidak bisa menjelaskannya’ ujar Rahman.’’

Amunisinews konfirmasi bersama ketua Kelompok Gapoktan Muhammad Amin.”Dengan berbahasa tinggi dia mengatakan, bahwa uang bantuan aliran Dana dari Pusat masuk pada bulan 6 tahun 2017 ke rekening saya sebagai ketua Gapoktan, baru diketahui uang tersebut masuk kerekening saya sebesar Rp.664 juta pada bulan 8 tahun 2017.
Dia minta uang tersebut di Cairkan kepada pihak Dinas Pertanian tidak bisa memberikan rekomendasi, namun sebaliknya dia langsung ke Bank Kalbar Kabupaten Ketapang Kalbar untuk menarik uang tersebut dari rekening miliknya dengan cara coba-coba, ternyata bisa di Cairkan sebesar Rp.250 juta rupiah dengan alasan untuk membeli Pupuk penyubur Padi. ‘Namun anehnya Pupuk tidak di belikan, tapi lebih anehnya menjadi pertanyaan besar uang sebesar Rp.250 juta bisa ditarik dan menjadi pertanyaan kemana Rimbanya uang sebesar itu. “Saya sebagai ketua kelompok bingung dan kebingungan sendiri uang tersebut tak tau kemana larinya” Ujar ketua kelompok Muhammad Amin di kediaman Yanto.”Sungguh aneh nyata bin ajib uang tersebut habisnya kemana,”

Lanjut awak Amunisinews konfirmasi bersama Kepala Bidang TPH Pertanian Ir. Akmad Humaidi,M,Si di ruang kerjanya, ketika di pertanyakan Alokasi dana anggaran tahun 2017 dari pusat menjadi pertanyaan besar aneh tidak dapat di cairkan oleh kelompok, dijawab Kabid TPH ketua Kelompok Gapoktan. Susah untuk di berikan pandangan, kita seharusnya melalui Prosedur yang di atur pemerintah, kami selaku Pembina di bidang pangan bagaimanapun ini adalah binaan kami.

Saya sebagai kepala Bidang Pangan mau membantu pencairan dana tersebut seperti apa, sedangkan saya tidak pernah menerima Rekomendasi dari ketua Gapoktan tersebut, sedangkan ini adalah program dan binaan kami di bidang pertanian pungkas Ir.Akmad Humaidi,M.Si.

 

editor: maliki hd

(Visited 22 times, 1 visits today)
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *