GARDU BTP Mengutuk Keras Ormas yang Main Hakim

  • Whatsapp
Ketum Gardu BTP, Drs Amin MInhan SH -(foto istimewa)

Oleh: Budi S

 

Ketum Gardu BTP, Drs Amin MInhan SH -(foto istimewa)

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Pada pemberitaan atas adanya ormas yang bertindak main hakim sendiri dengan cara menggeruduk tempat tinggal warga yang diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Rizieg Shihab, maka Ketum Gardu BTP mengutuk keras, menurut Ketum Gardu BTP  Drs.Amin Minhan, SH, hal itu tidak boleh terjadi dandilakukan, karena kasus pencemaran nama baik masih bersifat tafsir sepihak.

Menurut Ketum “Lain halnya bila orang tertangkap tangan melakukan pencurian dengan barang bukti, ini jelas, tidak ada satu ormaspun yang berhak untuk bertindak seperti aparat polisi dengan menggeruduk rumah warga terkait pencemaran nama baik, karena pencemaran nama baik ini bersifat tafsir bukan pidana yg terbukti jelas, masyarakat atau ormas yang merasa dirugikan boleh melaporkan kepada polisi dengan bukti2nya, dan polisilah nanti yang akan menyelidiki  dan menyidik apakah kasus tersebut sudah masuk unsur pencemaran nama baik atau tidak.” Papar Amin Minhan pada amunisinews.co.id

Ketum Gardu BTP mengharapkan adanya tindakan hukum bagi ormas yang melakukan persekusi terhadap kasus yang diduga pencemaran nama baik, atau warga yg terkena persekusi laporkan saja tindakan ini, warga masyarakat harus dilindungi dari tindakan main hakim sendiri, karena saat seorang warga dipersekusi, dia akan mengalami trauma psikologis, padahal kasusnya masih samar, dan warga yang digeruduk ini belum tentu adalah seorang tersangka. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

Lanjut katakan “Hendaknya kita jadikan hukum sebagai Panglima, jangan jadikan Negara ini hukum Rimba,” demikian Ketum Gardu BTP,  Drs.Amin Minhan, SH.

Persekusi yang dilakukan terhadap warga yang diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Habib Rizieq Shihab tidak boleh terulang lagi, pencemaran nama baik bukan pidana biasa yang dengan mudah dapat dibuktikan, pencemaran nama baik sifatnya adalah tafsir, butuh penelitian, penyelidikan sampai kepada penyidikan, bahkan kadang butuh kajian ahli untuk menjadikan seseorang tersangka, tidak bisa seenaknya menuduh seseorang melakukan pencemaran nama bai, pungkas Drs. Amin Minhan, SH

 

 

editor: maliki hd

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *