Gebrak Babel Minta Tipikor Polres Selidiki Proyek Jalan Kampit -Sinar Kelabat Jebus Bangka Barat

  • Whatsapp
Oleh Heri

JEBUS,MUNTOK,AMUNISINEWS.CO.ID–Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh meminta kepada Tipikor Polres Bangka Barat untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan Peningkatan Jalan Kampit – Sinar Kelabat kecamatan Parit Tiga Bangka Barat karena kualitas pembangunan jalan itu sangat tidak sesuai harapan masyarakat.

 Hal itu dikatakannya setelah melakukan Investigasi langsung ke lokasi proyek pada Kamis (6/12/2017) kemarin,

“Atas nama LSM Gebrak Babel, saya meminta kepada pihak Tipikor Polres Bangka Barat untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek jalan Kampit – Sinar Kelabat Parit Tiga karena proyek itu baru selesai dibangun tetapi sudah pecah pecah dan berlobang,” katanya kepada wartawan.

“Memang proyek itu masih dalam masa pemeliharaan tetapi saya meragukan kualitasnya, apalagi sekarang semua proyek di Bangka Barat sedang diperiksa BPK Provinsi Bangka Belitung dan saya yakin sekali BPK pasti menemukan kerugian Negara dalam pemeriksaan itu,” tambahnya lagi.

“Saya merasa heran kenapa PPK nya tidak memeriksa dulu AMP pelaksana proyek tersebut, bila perlu sebelum pelaksana mengaspal jalan itu, PPK harus me Laboratorium campuran Aspal Hotmixnya apakah sudah sesuai dengan ketentuan RAB dan Speck atau belum, kalau belum sesuai seharusnya PPK memperingati pelaksana proyek,” jelasnya.

Seperti diketahui dalam beberapa berita di media diberitakan Kualitas Proyek peningkatan jalan kampit-sinar kelabat Parit Tiga Jebus Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung yang dikerjakan PT Barito Rajawali Permai tahun 2017 patut dipertanyakan, pasal nya ruas jalan yang belum lama selesai dikerjakan ini, saat ini sudah mengalami kerusakan dibeberapa titik.

Disinyalir, proyek yang menelan uang negara Rp 9,8 miliar dari APBD Kabupaten Bangka Barat  itu diduga pengerjaan nya tidak ditunjang dengan peningkatan kualitas dan mutu sehingga menyebabkan aspal retak, terkelupas dan jalan yang bergelombang.

De salah satu pengendara yang terkadang kerap melintasi ruas jalan itu menyayangkan kondisi jalan yang sudah mulai rusak serta bergelombang.

” Jalan itu baru selesai dikerjakan tetapi sudah mulai rusak dan begelombang, sayang uang negara kalau hasil nya tidak maksimal begini,” cetus De kepada amunisinews  beberapa waktu lalu.

Pria yang mengaku berdomisili di Kota Pangkalpinang ini menyayangkan hasil akhir dari proyek peningkatan jalan yang terkesan dikerjakan tanpa memperhatikan kualitas.

” Kita sebagai masyarakat sangat menyayangkan hasil akhir proyek ini kesan nya dikerjakan tanpa memperhatikan kualitas,”ujarnya.

Sementara itu kepala dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka Barat Ir.Suharli saat dikonfirmasi mengatakan, kerusakan jalan kampit-sinar kelabat diakibatkan oleh kendaraan yang melintasi jalan yang belum kering, namun sambungnya, kerusakan jalan itu sudah diperbaiki.

” Sudah kami perbaiki beberapa hari yang lalu karena jalan itu dilewati kendaraan saat belum kering, jadi terkelupas,” kata Suharli (6/12) melalui sambungan telepon.

Pos terkait