Giliran Ari Primajaya Diperiksa Penyidik Tipikor Kejati Terkait RTH Selindung Pangkalpinang
Oleh Herman Saleh
PANGKALPINANG BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID–Setelah Efendi M Ali mantan Lurah Selindung Pangkalpinang diperiksa Rabu ( 7/3/2018), kini giliran Ari Primajaya ( Kabid Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bangka Belitung ) terpantau sedang diperiksa pada Senin (12/3/2018) oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

Ari diperiksa di ruangan Kepala Seksi Penyidikan di kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung di lantai dua komplek Perkantoran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Sejak pukul 09.00 Wib sampai pukul 16.00 Wib Ari Primajaya diperiksa, namun Ari ( panggilan akrabnya) menghindar dari wartawan yang meliput di Kejaksaan Tinggi Babel.

Sebelum Ari Primajaya, Efendi M Ali juga tidak mau berkomentar apapun kepada wartawan, kelihatannya Efendi dan Ari sama-sama sengaja menghindar dari kerumunan wartawan yang sudah menunggunya sejak pagi hari,

“Maaf ya pak, saya buru-buru mau diperiksa lagi tadi istirahat sebentar untuk makan siang,” kata Efendi, Rabu (7/3)

Selain itu terpantau juga Suwito mantan Camat Pangkalbalam Pangkalpinang yang ikut diperiksa bersama Efendi M Ali pada hari ini Rabu (7/3/2018).

Suwito sendiri diperiksa sekitar Enam Jam.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Roy Arland SH MH membenarkan bahwa Kejaksaan Tinggi Babel sudah memeriksa beberapa pejabat yang membeli tanah dikawasan RTH Selindung tersebut, kemarin ada 3 orang pejabat yang sudah diperiksa,

“Iya pak, kemarin ( Senin) tanggal 12 Maret 2018 ada tiga orang yang diperiksa Penyidik termasuk Ari Primajaya,” sebut Roy.

Diketahui, beberapa pejabat itu diperiksa penyidik Tipikor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung diduga terkait penjualan Tanah milik Pemerintah Kota Madya Pagkalpinang yang diperuntukkan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Selindung Pangkalpinang Bangka Belitung seluas 30 Hektar yang dilaporkan oleh salah satu LSM di Pangkalpinang.

Dalam laporan yang ditembuskan ke beberapa media itu ada beberapa nama pejabat Bangka Belitung yang disebutkan diduga membeli lahan tanah yang diperuntukkan untuk RTH tersebut, diantaranya ada nama Setio gustiwan yang biasa dipanggil Ucok, ada nama seorang panitera di Bangka Belitung inisial RP, ada nama Ari Primajaya, ada juga nama Teguh Priayitno dan terahir ada nama salah seorang Kepala Dinas di Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung inisial RV.

Perlu diketahui, selagi belum di keluarkan dari kawasan RTH dengan seijin Menteri Agraria dan Tata Ruang, kawasan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan RTH itu tidak boleh di perjualbelikan karena kawasan sudah masuk sebagai lahan yang dikuasai Negara walaupun belum masuk Aset ,layaknya seperti Hutan Lindung tidak masuk aset pusat tetapi tidak boleh diperjual belikan  karena RTH masuk hak Pemerintah Daerah.

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *