Gubernur Babel Dorong Kejati Sidik Ulang PLTU Airanyir
PLTU_Air_Anyir
PLTU Airanyir (foto:ist)

AMUNISINEWS.COM, Pangkalpinang – Dorongan Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi agar Kejaksaan Tinggi melakukan penyidikan atas dugaan-dugaan ketidak beresan dalam tubuh PT PLN dan Pembangkitnya mendapat apresiasi dari masyarakat Bangka Belitung melalui aktivis penggiat anti korupsi.

Menurut Marshal Imar Pratama langkah Rustam tersebut sangat tepat ditujukan kepada Kejaksaan Tinggi. “Rustam sebagai Gubernur sangat kesal pembangunan daerah tersendat akibat krisis listrik yang tak berkesudahan.  Padahal PT PLN sendiri sudah membangun pembangkit (PLTU Airanyir) dengan harga Rp Trilyunan namun hasilnya krisis listrik seperti saat ini,” kata Marshal.

Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, di bawah kepemimpinan Happy Hadiastuti kata Marshal harus gayung bersambut dengan harapan besar masyarakat Bangka Belitung dalam menyikapi persoalan listrik yang tak berkesudahan. Menurut Marshal persoalan krisis listrik bukan semata-mata hanya teknis melainkan dugaan adanya ketidak beresan dalam pengadaan  proyek khususnya di pembangkit. “Dulu kita dorong Kejaksaan Tinggi menyidik PLTU Airanyir yang dianggap proyek gagal itu. Saat itu kepala Kejaksaan Tinggi  Hidayatullah berani dan tegas demi kepentingan hajat hidup masyarakat hasilnya penyidikan namun SP3 oleh penggantinya Agus Riswanto,” sebutnya.

SP3 tersebut lanjut Marshal sudah saatnya dieksaminasi (uji kembali) dengan fakta yang ada saat ini dimana PLTU tetap tak bisa berfungsi optimal. “Tepat bilamana bu Kajati Happy mau mengeksaminasi SP3 PLTU yang sudah ditandatangani pendahulunya. Ini demi menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat Bangka Belitung yang terus menerus dirugikan oleh PLN. Apalagi anggaran yang bersumber Rp Trilyunan itu nota benenya uang negara,” tandasnya.
Sementara itu Happy sendiri sedang diusakan konfirmasinya atas dorongan masyarakat untuk menyidik kembali PLTU. Namun sebelumnya Happy sendiri mengaku  sudah mengetahui persoalan krisis listrik yang sedang dialami oleh Bangka Belitung selama ini. Menurutnya selama menjabat sudah ratusan sms yang diterimanya yang mengeluhkan soal krisis listrik tak berkesudahan. “Tengah malam saja banyak sms masuk melaporkan  listrik sering padam. Saya juga jadi prihatin kenapa persoalan listrik seperti ini tak kunjung terselesaikan oleh PLN,” sesalnya.
Rustam  katakan  pihak  Aston Hotel dan Novotel sudah 4 kali menghadapnya dengan mengeluh soal buruknya pelayanan PT PLN selama bertahun-tahun. Rustam aku sangat kesal sampai-sampai dirinya harus melaporkan kondisi buruk ini pada presiden RI Joko Widodo secara langsung.

“Mengeluhkannya pada saya kalau mereka pada malam hari tak lagi mengoperasikan hotel dengan listrik PLN melainkan genset. Mereka mengeluh harus membayar solar selama ini sampai Rp Ratusan Juta sehingga membuat biaya operasional terus membengkak.  Akhirnya mereka ingin menutup usahanya karena ada beban solar yang mereka pikul tersebut,” ungkap Rustam dengan nada kesal.
Anehnya lanjut Rustam  pihak PLN kepadanya  mengaku surplus. “Tetapi saya katakan dari mana anda (PLN) mengaku surplus kalau kondisinya seperti ini (dunia usaha jadi terbebani), belum lagi mati saja 5 kali sehari.  Minus saja 40 MW ini baru untuk memenuhi kebutuhan biasa saja belum lagi untuk kebutuhan industri ke depan,” ujarnya.

“Seharusnya mereka (PLN) tak membicarakan ini seperti itu (soal surplus). Saya akhirnya melaporkan bahwa Bangka Belitung darurat listrik pada presiden. Kita inginkan Bangka Belitung ada percepatan pembangunan,” tuturnya.

Rustam menduga ada ketidak beresan pada PT PLN Bangka Belitung serta pembangkitnya. Maka dari itu Rustam mendesak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung turun tangan dengan melakukan kewenangan penegakan hukumnya.

“Saya sangat membutuhkan dukungan bu Kajati, minta tanggung jawab PLN melalui pernyataan manager PLN yang menyatakan surplus. Padahal   dengan kondisi yang ada saat ini padam sampai 5 kali terutama di daerah-daerah, begitu juga dengan dunia usaha mengeluh soal beban listrik malam.  Jadi ada kondisi yang tidak ril antara pernyataan PLN dengan fakta di lapangan,” desaknya..(man)

 

(Visited 44 times, 1 visits today)
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *