H.M Husni,SE: Apresiasi, Kepala Polda Sumut dan Polrestabes Medan atas Motif Pembunuhan

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Pihak kepolisian mengungkap motif dibalik kematian tak wajar Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kepolisian Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, ketiga tersangka adalah, ZH, JP, dan RP.  Tersangka ZH diketahui sebagai istri Jamaluddin, sedangkan JP dan RP orang suruhan ZH, juga selaku eksekutor.

“Untuk sementara, motif pembunuhan terhadap Hakim PN Medan ini adalah permasalahan rumah tangga,” kata Sormin kepada Rekan media di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Rabu (8/1/2020). Meski demikian, penyidik dari kepolisian masih terus mendalami motif tersebut.

Sebelumnya, penyidik sempat kesulitan mengungkapkan kasus ini karena minimnya barang bukti, sebab para pelaku menggunakan alat komunikasi yang tidak biasa.

“Sehingga penyidik kesulitan mendudukkan dan mengkonstruksikan kasus ini,” ujarnya.

Dengan bantuan Laboratorium Forensik (Labfor) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) Direktorat Cyber Crime, penyidik berhasil mendapatkan informasi tambahan yang bisa menguatkan kasus ini.

“Akhirnya, penyidik bisa merekontruksikan sebagai kasus pembunuhan berencana,” katanya.

Rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin digelar di Medan, Senin (13/1). Dari rekonstruksi terungkap bahwa Zuraida meminta agar Jefry Pratama, pembunuh yang ia rekrut, untuk membunuh suaminya karena diselingkuhi.

Dalam rekonstruksi itu, dihadirkan Zuraida Hanum (41) serta dua eksekutor Jefry Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29). Ketiganya mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Rekonstruksi itu dihadiri sejumlah penyidik dan Jaksa Penuntut Umum Kejari Medan.

Rekonstruksi mulanya dilakukan di bekas Warunk Everyday, Jalan Ringroad Medan. Di lokasi inilah Zuraida curhat pada Jefry Pratama pada awal November 2019.

Pada saat itu dia mengatakan ingin mati saja karena banyak masalah yang dihadapinya selama bersama dengan Jamaluddin.  Zuraida mengatakan lebih baik almarhum Jamaluddin mati. Kemudian Zuraida meminta tolong pada dua tersangka lain untuk membunuh korban.

Suami saya terus menerus berselingkuh dengan perempuan-perempuan lain dan dari pertama perkawinan saya, dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah,” ujar Zuraida dalam rekonstruksi itu.

Permasalahan itu sempat diadukan Zuraida kepada keluarga Jamaluddin. Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa. Jamaluddin sempat meminta kepada Zuraida agar tak menceraikannya. Sebab Jamaluddin malu sebagai hakim sudah berulang kali cerai.dilansir

“Anggota DPR RI komisi III yang Membidangi Hukum Pria yang dikenal Welcam kepada media sebut saja H.M.Husni, SE, Politisi Partai Gerindra dapil Sumatera Utara 1, meliputi Kab.Deli Serdang, Kab.Serdang Bedagai, kota Medan,dan kota Tebing tinggi. menegaskan kepada Rekan media,Senin,(13/1/2020). di Gedung Parlemen Senayan Jakarta-Pusat.
Saya Mengapresiasi kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan dalam mengungkap kasus Pembunuhan Hakim Zamaludin yang cepat dan sangat baik. dan terjadi di Medan menetapkan otak Pembunuhan ternyata istri dari, Zamaludin (alm) pada waktu itu,”tegasnya.

Lebihlanjut dijelaskan, Hakim zamaluddin itu dulu anggota saya waktu bertugas di Aceh dan Humas di PN. Medan, jadi memang kita tidak sangka begitu cepat nya, Zamaludin (Alm) berpulang pada sang pencipta begitu cepat meninggalkan kita semua.

Dan untuk yang bersalah ini tentunya harus dihukum dan begitu sedih nya dengan kelanjutan kepada anak-anak alm Zamaludin. yang sudah kehilangan orang tuanya dan ibu nya (otak pelaku dari pembunuhan) yang menjadi Pesakitan demi mempertangungjawabkan perbuatannya.

“Semua tugas Polisi sudah Maximal dari Labforensik, dari hasil telepon, dan pengembangan-pengembangan. yang cukup baik dan sangat hati-hati sekali dalam mengungkap kasus ini dan alat bukti yang cukup untuk dapat Menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Hakim Zamaluddin (Alm),”ucapnya.

Zamaludin (Alm) yang saya kenal adalah sosok orang yang sangat ramah, Care (terbuka). Siapapun yang datang dan diterima olehnya dan di Medan Sosok yang sangat Familyer.

“Harapan,Kapolda Sumatera utara kejaahatan-kejahatan di Sumut dapat berkurang dan begal-begal, agar tolong diperhatikan betul, agar suasana kondusif di kota Medan, dan Sumatera utara. agar terus kita memberikan nyaman untuk masyarakat yang ada di wilayahnya,”tukasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *