H Rahmat Muhajirin Perjuangkan Tuntutan Warga Gedangan kepada Produsen RoseBrand

  • Whatsapp

Oleh Budi Setiawan

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID- Kasus warga Desa Gedangan Sidoarjo, Jawa Timur dengan PT Tunas Baru Lampung sudah 10 tahun tak berujung. Hal ini mengundang perhatian H Rahmat Muhajirin, anggota Komisi III DPR-RI.

Ketika H Rahmat Muhajirin tengah dalam perjalanan bersama isterinya pada Senin (23/12/2019) lalu, tiba-tiba teleponnya berdering. “Saya dihubungi oleh kordinator warga desa Gedangan untuk merapat ke suatu lokasi karena kebutuhan warga yang mendesak,” kata H Rahmat Muhajirin

H Rahmat pun reaktif, segera meluncur ke lokasi yang diinginkan warga. Di sana ratusan warga Gedangan sedang melakukan aksi unjuk rasa

menutup akses pintu pabrik PT Tunas Baru Lampung produsen RoseBrand.

“Ya, permasalahan ini sudah berjalan selama sepuluh tahun lebih tidak terselesaikan,” ujar H. Rahmat Muhajirin, SH kepada Jurnalis,Amunisinews.co.id Senin (23/12/19).

Warga mengadukan permasalahannya kepada Rahmat Muhajirin selaku wakilnya di legislative, Anggota DPR RI dan istrinya Ibu Mimik Idayana Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Dalam dialog bersama warga sekitar selama 15 menit, diketahui bahwa pencemaran limbah pabrik sangat berdampak pada warga sekitar, banyaknya penderita autis akibat limbah yang ikut mencemarkan sampai air tanah/sumur warga.

Dalam dialog tersebut warga menuntut kepada perusahaan dan meminta bantuan mediasi dan advokasi kepada Rahmat Muhajirin.

Permintaannya memperjuangkan  tuntutan warga terdampak limbah, 3 tuntutan:

Minta air bersih (pemsangan PDAM) 350 KK, . CSR mohon sesuaikan perundangan dan lima  anak autis terdampak diperhatikan.

Atas tuntutan tuntutan itu, Rahmat Muhajirin langsung merespon dan mendatangi pihak managemen didalam pabrik. Meski tidak ada pimpinan atau pemilik pabrik, namun salah satu utusan perusahaan bernama Dharma yang mengaku dari Holding Company PT Tunas Baru Lampung, menerima Rahmat beserta perwakilan warga pengunjuk rasa.

Dalam pertemuan itu, Rahmat secara lantang menegaskan jika tuntutan warga itu sangat relevan dan tidak berlebihan. Sementara Dharma merasa keberatan dengan aksi warga yang menutup akses jalan masuk pabrik, karena mengganggu aktifitas produksi.

“Keberatan Dharma disambut teriakan marah karena warga merasa selama ini tak pernah direspon, dan menyalurkan kekecewaan dengan aksi menutup akses jalan masuk pabrik,”tegas Rahmat dari Fraksi Gerindra.

Rahmat Muhajirin lalu meminta warga desa untuk bersabar dengan menunggu hasil mediasi yang difasilitasi oleh Kapolres.  Rahmat berjanji mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga gedangan bersama Mimik Idayana.

Sebelumnya PT. TBL juga diduga mempunyai  masalah internal para karyawannya. Segenap serikat buruh yang tergabung dalam Federal Serikat Rakyat Pekerja (FSRP) berdemo ke PT. Tunas Baru Lampung, Tbk (TBL),

Unjuk rasa sebanyak kurang lebih 120 karyawandilakukan karena mearasa  telah terkebiri dengan janji janji hampa PT Tunas Baru Lampung Tbk.

Demo  di Jalan Raya Gedangan No 147 a Kecamatan Gedangan, hari Rabu (25/9/2019) lalu..

Sementara unjuk rasa yang sedang berjalan di depan PT. Tunas Baru Lampung oleh Federal Serikat Rakyat Pekerja, dihadiri pendemo kurang lebih 50 karyawan yang terdampak untuk menagih janji PT. TBL.

Tuntutan dari FSRP sesuai UU 13 tahun 2003 pasal 65 ayat 8 Permenaker No 19 tahun 2012 pasal 7 ayat 1 dan ayat 2 yang dikeluarkan oleh Disnaker Provinsi Jatim.

Alhasil ada sekitar sebanyak 120 karyawan yang nasib dan upahnya ditangguhkan (alias belum diberikan/terbayarkan) oleh PT Tunas Baru Lampung, dari pekerja borongan juga pekerja harian, hingga kini pihak FSRP tetap berdemo karena belum ada titik temu kejelasan, harapan dan kejelasan tentang upah atau pesangon dari tuntutan pihak pendemo untuk segera dipenuhi.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *