H.Sukriyanto: Selesaikan Peseteruan Internal dan Bijaksana dengan Kepaladingin

  • Whatsapp

Oleh, Budi.Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Helmy Yahya secara tiba-tiba diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI oleh Dewan Pengawas (Dewas). Setelah dilengserkan, Helmy pun melawan dan bersikukuh tetap sebagai Dirut.

Disisi lain, Dewas juga konsisten dengan keputusannya. Pemberhentian yang diberlakukan berdasarkan SK Dewas Nomor, 3/2019 tanggal 4 Desember 2019 itu, mengharuskan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) turuntangan dan menyarankan masalah diselesaikan secara internal.

“Mencermati pemberitaan terjadinya “konflik” antara Dewas dengan Dirut  LPP TVRI, saya selaku anggota DPD RI.Dapil Kalbar merasa sangat prihatin.

Dewas telah nonaktifkan dirut LPP TVRI.Helmy Yahya dari jabatannya, meski langsung ditanggapi Helmy yang menyatakan surat penonaktifan tersebut cacat prosedural,” tegas H.Sukriyanto, pada,Jurnalis amunisinews.co.id, Via Sellular, Selasa (10/12/19)

Akibat dari perseteruan ini, yang dirugikan Lembaga dan karyawan. Jajaran karyawan menjadi terpecahbelah karena di satu pihak mendukung Dewas dan di pihak lain mendukung direksi.

“Menurut saya, masalah ini sampai meruncing mungkin hanya karena selama ini kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara Dewas dengan direksi,” ucapnya.

Lebihlanjut ditegaskan, Senator Kalbar Masing masing pihak seharusnya berfikir secara jernih untuk kepentingan dan masa depan lembaga penyiaran publik milik pemerintah ini serta kepentingan ribuan karyawan yang bekerja di dalamnya.

Dewas harus menghargai kinerja direksi dan sebaliknya direksi juga harus menghormati dewas.hak- hak, karyawan yang masih tertunda dan menjadi salasatu pemicu dalam persoalan ini hendaknya segera dibayarkan. Pemerintah juga seharusnya segera merealisasikan tunjangan kinerja yang sudah lebih dari setahun ini yang diharapkan karyawan TVRI.

“Terlepas dari perseteruan antara Dewas dengan direksi saya secara objektif menilai program acara yang ditayangkan TVRI saat ini sudah banyak mengalami perubahan, lebih menarik dan cukup mengakomodir kepentingan publik, baik program acara pendidikan, budaya maupun hiburan,”tuturnya.

TVRI sudah kembali diminati pemirsanya. Atas dasar itu, berilah kesempatan direksi LPP TVRI yang sekarang untuk tetap bekerja hingga berakhir masa jabatannya.

Untuk apa bertengkar, seperti kata pepatah dalam pertengkaran “menang jadi arang, kalah jadi abu”akibat pertengkaran semua akan mengalami  kerugian, terutama kepentingan lembaga, karyawan dan kepentingan publik,”papar pria yang duduk Wakil ketua Komie IV DPD RI.

“Saya sebagai bagian dari publik berharap dewas(dewan pengawas) dan direksi TVRI segera menyelesaikan perseteruan ini secara internal dengan bijaksana dan kepala dingin seperti hasil upaya mediasi yang telah dilakukan menkominfo,”di penghujung sellular nya.

 

 

Pos terkait