H Yusron Resmi Tunjuk Budi Suranto sebagai Pengacaranya

  • Whatsapp

Oleh: Mustafa Kamal

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID –  H Yusron, tokoh masyarakat Muara Angke,P-luit,Penjaringan, Jakarta Utara yang nama baiknya dicemarkan oleh Bandar ikan bernama Asep resmi menunjuk pengacara Budi Suranto Bangun SH, MH menjadi pengacaranya.

Penandatanganan surat kuasa dilakukan di Jakarta, Kamis (18/01). Dalam proses hukum nanti Budi Suranto didampingi oleh dua rekannya M Komaruddin, SH dan Rofi Ulah, SH.

Selain menempuh jalur hukum atas penghinaan oleh Asep, H Yusron juga akan melaporkan Leman dan Angggiat Manulang yang telah memfitnahnya, Peristiwa yang membawa-bawa nama H Yusron bermula dari temuan adanya PAUD tanpa izin yang kontennya menyebarkan agama tertentu. Kemudian H Yusron melakukan konfirmasi kepada Kepala UPT Syamsudin.

UPT Muara Angke kemudian  memanggil pengelola PAUD itu Anggiat Manulang dan pemilik awal bangunan PAUD Leman.

Nah, dalam pertemuan Anggiat, Leman dan Syamsudin itulah terkuak ucapan dari Leman dan Anggiat yang mengatakan PAUD itu berdiri atas izin H Yusron Effendi.“itu tidak benar. Memangnya siapa saya, berani memberikan izin di lingkungan UPT,” kata H Yusron Effendi.

Karena penasaran namanya disebut sebagai pihak yang memberi izin, kemudian H Yusron menemui Leman. Dan Leman membenarkan bahwa dia dan Anggiat menyebut nama H Yusron di hadapan UPT.

Tak hanya menemui Leman, H Yusron juga menemui Anggiat. Anggiat pun menyerahkan pengelolaan PAUD itu kepada masyarakat melalui H Yusron. Anggiat Manulang diminta membuat surat tertulis dan bermaterai dan ditanda-tangani. “Tapi saya gak mau tanda tangan saat itu. Saya minta ditanda tangani didepan forum masyarakat ke empat RW,” kata H Yusron.

Setelah draf surat dibuat, atas arahan Aiptu Sutrisno, Kanit Intelkam Polsek Sunda Kelapa (Saka), melalui selulernya, esoknya diminta bertemu dan surat ditandatangani di depan forum masyarakat Muara Angke, tokoh masyarakat empat RW serta tokoh masyarakat dari blok Empang.

Saat itu, pihak terkait sudah datang, hanya Leman yang tak muncul dengan alasan masih di daerah Balaraja, Banten dan jalanan macet.

“Kami berdua Bapak Arfani dipersilahkan duduk di depan menghadap forum bersama-sama Kapolsek, Kepala UP3 dan Anggiat M. dan lainnya yang saya lupa namanya.

Lalu acara dibuka oleh Kapolsek. Giliran saya diberi waktu untuk menerangkan keadaan yang sebenarnya timbullah gaduh. Sampai ucapan salam saya di jawab oleh masyarakat ,.uuuuuuhhhh. Namun saya tetap menjelaskan apa ada nya,” jelas H Yusron.

Giliran panitia memberi ruang tanya jawab, kata H Yusron, seorang warga Asep mengacungkan tangan, diberikan waktu oleh pembawa acara.
“Saya kira mau tanya apa, gak taunya mencemoohkan saya dengan kata-kata H.Yusron itu main sinetron dengan Manulang, wartawan pembohong tuh,” kata H Yusron.

Posisi Asep, saat itu berdiri sambil pegang mic, di barisan depan. Perkataannya yang merendahkan profesi itu juga disaksikan Kapolsek, Kanit, kepala UPT dan khalayak ramai. Dalam hal tersebut, saat H Yusron inginkan keterangan khalayak atau warga atas kejadian itu sebagai keterangan sebagai saksi.
Tapi untuk menyampaikan sebagai kesaksian kejadiannya, terkesan takut untuk dimintai kesaksiannya sewaktu di minta untuk memberi kesaksian sebagai keterangannya atas kejadian yang sama sama melihat atau mengetahui saat itu.

Namun setelah lakukan berlanjut permasalahannya, kini warga akan siap bersaksi untuk menyatakan benar atas kejadian tersebut apa adanya kejadian saat itu.

 

 

editor: maliki hd

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait