Hasil Lab, Nunung Terbukti Gunakan Shabu

foto: istimewa

Oleh Ulis JP

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Tri Retno Prayudati alias Nunung terbukti mengonsumsi narkotika jenis Shabu.

Hal tersebut diketahui, setelah keluarnya hasil dari Laboratorium Forensik Polri, (Labfor Polri) usai menjalani pemeriksaan di Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, hasil pemeriksaan rambut dan tes urine terhadap pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung, ternyata menggunakan sabu nomor wahid.

“Tes urine positif, rambut juga positif. Tersangka memakai sabu jenis satu,” kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/7).

Nunung lanjut Argo, bukan penggunaan Shabu aktif saja. Namun, tersangka Nunung sebut Argo, telah menjadi candu dalam mengonsumsi terhadap barang haram tersebut.

“Dia juga pengguna aktif untuk narkotik jenis sabu,” terang Argo.

Untuk diketahui, sebelumnya, Nunung dan suaminya ditangkap polisi di kediamannya kawasan Tebet Timur III, Jakarta Selatan pada Jumat, (19/7) siang lalu. Dari hasil penangkapan, polisi juga menemukan narkoba jenis sabu seberat 0,36 gram pada kediaman tersangka.

Saat diketahui polisi akan  mendatangi kediamannya beberapa waktu lalu, Nunung sempat membuang barang bukti sabu sebarat 2 gram itu ke toilet. Kepada polisi tersangka mengaku alasan mengonsumsi barang haram sabu ini lantaran stamina dalam bekerja.

Atas perbuatan itu, polisi menjerat Nunung dan Suaminya dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancamannya, di atas lima tahun penjara.

 

87 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.