Himakey Terima Paket Sembako dari Pemprov Jatim

  • Whatsapp

 

Oleh Jecko Poenaroeboen

TUAL, AMUNISINEWE.CO.ID – Pandemi covid-19 melanda negara Indonesia sampai ke seluruh pelosok kurang lebih sudah berjalan 3 bulan lamanya. Pandemi covid-19 ini menyerang hampir semua aspek diantaranya yang paling dirasakan adalah sektor perekonomian dan kesehatan. Sehingga imbasnyapun sampai kepada mahasiswa di perantauan yang tidak mudik.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Kei (Himakey) Surabaya, Cosmas Christian Rettob kepada media Amunisinews, melalui pesan whatsapp, Jumat (29/5/2020).

Cosmas Christian Rettob mengatakan, bahwa Melihat situasi dan kondisi yang sedang dihadapi oleh mahasiswa yang berasal dari kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual) di Kota Surabaya yang terdampak covid-19 yang mana sudah dikategorikan zona merah serta adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Kei (Himakey) Surabaya mengambil langkah cepat untuk membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) baik Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual agar segera mengambil langkah untuk membantu mehasiswa di perantauan yang terdampak covid-19 dan tidak mudik akibat anjuran Pemerintah.

“Sejauh ini, kami telah melakukan komunikasi secara keorganisasian dengan menyurati Pemerintah daerah terkait, dan bahkan sampai hari ini kami tidak mendapat balasan atau jawaban,” ujar Rettob.

Namun upaya yang dilakukan pihak Organisasi Himakey Surabaya tidak hanya sampai dsitu, Ketua Himakey Surabaya, Cosmas Christian Rettob mengambil langkah cepat dengan membangun kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu mahasiswa dari kepulauan Kei di Kota Surabaya dalam hal pemenuhan kebutuhan makan dan minum melalui bantuan sembako.

Selain itu, Menggingat Kota Surabaya adalah zona merah covid-19, dengan adanya kebijakan sosial distancing dan pemberlakuan PSBB mengakibatkan jam operasional tempat makan dan pasar modern serta pasar tradisional tidak lagi berlaku normal.

Rettob menambahkan, bahwa memasuki bulan ramadhan serta hari Raya Idul Fitri kesulitan mendapat makanan jauh lebih sulit karena warung, mini market dan super market akan tutup serta orang yang jualan di pasar akan merayakan hari raya. Kata rettob

Lebih lanjut, Pada 25 Mei 2020 pekan kemarin Ketua Himakei Surabaya, saudara Cosmas Christian Rettob memenuhi panggilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur untuk segera menuju Gedung Grahadi mengambil bantuan sebanyak 85 paket dalam bentuk sembako.

Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri sehingga hampir seluruh aktifitas dunia usaha masih dalam kondisi hari libur penuh.

Jadi distribusi bantuan sembako pada hari itu merupakan langkah yang cepat dan tepat bagi mahasiswa dari kepulauan Kei yang sedang berada di Kota Surabaya saat ini. Dengan tujuan kebutuhan makan dan minum mereka dapat terpenuhi dengan baik selama beberapa hari kedepan sebelum libur hari raya Idul Fitri selesai.

Organisasi Himakey Surabaya dihari yang sama setelah menerima bantuan dari Pemprov Jatim, dibawah pimpinan Ketua Himakei Surabaya langsung mendistribusikan bantuan tersebut kepada Seluruh mahasiswa yang sedang berada di Kota Surabaya saat ini berdasarkan data mahasiswa yang telah didata beberapa hari sebelumnya. Ketua Himakey Surabaya Cosmas Christian Rettob memastikan seluruh mahasiswa Kei yang saat ini sedang berada di Kota Surabaya mendapatkan distribusi bantuan sembako.

Hal ini dibuktikan dengan Mahasiswa yang tinggal di Surabaya Selatan, Surabaya Barat serta Surabaya Utara mendapat kiriman bantuan pada hari itu juga melalui taxi online yakni Grab.

Disamping itu, Ketua Himakey Surabaya yakin bahwa kesejahteraan mahasiswa Kei yang saat ini berada di Kota Surabaya dalam hal ini pemenuhan kebutuhan makan dan minum terpenuhi dengan baik selama beberapa hari kedepan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *