Hj Andi Nirwana: Kekerasan pada Perempuan dan Anak Menjadi Masukan Penting bagi Pemerintah

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Pada masa reses merupakan masa dimana para Anggota Dewan bekerja di luar gedung DPD RI menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing. Pelaksanaan tugas Anggota Dewan di dapil dalam rangka menjaring, menampung aspirasi konstituen.

Wanita yang bersahaja,dan dermawan. selalu dekat dihati para konstituen selalu peduli terhadap masyarakat, di dapil Sultra di saat masa reses. wanita istri salahsatu Bupati ini menyerap aspirasi keluhan masyarakat terkait kekerasan perempuan dan anak, Pendidikan, Kesehatan ada tiga persoalan yang penting kita soroti dan nanti teruskan aspirasi di bawa ke pusat untuk di bahas bersama pemerintah.

Demikianlah Petikan Wawancara khusus pada hari, Selasa,(4/8/20) Budi Setiawan Jurnalis, amunisinews.co.id. bersama Hj Andi Nirwana SEBBU,SP,.MM. Senator anggota Sulawesi Tenggara (Sultra) dan menjabat sebagai anggota Komite III yang membidangi Pemberdayan Perempuan dan anak, Pendidikan, Kesehatan, Agama.

Ketika wawancara (by phone),

Tanya,. Bagaimana tangapan ibu Selaku Senator dari Sultra terkait Kekerasan perempuan & anak?..

Jawab,. Kekerasan terhadap perempuan dan anak selama pandemi saat ini mengalami peningkatan.umumnya berupa kekerasan seksual, psikis dan fisik. Ada banyak faktor pemicunya antara lain, kondisi anak-anak yang harus belajar dari rumah (daring). dimana orangtua belum siap menjadi pengasuh atau pembimbing di rumah terkadang menimbulkan konflik antara orang tua,dan anak. yang berujung pada tindak kekerasan secara fisik dan psikis. Belum lagi jika ada kekerasan seksual yang menimpa anak dan biasanya pelaku adalah orang terdekat.

Tanya,. Apa saja keluhan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) di masa Reses saat ini?..

Jawab,. Terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, adanya keluhan dan laporan tentang pelecehan seksual dan fisik yang dialami perempuan dan anak. Beberapa kasus sudah diidentifikasi dan di tindaklanjuti ke ranah hukum.

Tanya,. Sejak pandemi Covid-19 dampak ekonomi lesu dan tingkat kekerasan anak dan perempuan di Sultra?..

Jawab,. Dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, menyebabkan banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Ini tentu menimbulkan stres dan depresi karena tidak bisa mengelola keadaan mental, emosi dan kejiwaan, sehingga memicu terjadinya tindakan kekerasan pada perempuan/istri dan anak di rumah.

Tanya,. Solusi apa tantangan yang besar untuk mengatasi persoalan kekerasan anak & Perempuan?…

Jawab,. Untuk mengatasi persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tentu diperlukan kerjasama dan peran serta masyarakat, Pemerintah Daerah, para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pemerintah Daerah memberikan perlindungan dan pendampingan para korban, begitu juga masyarakat setempat dapat segera melaporkan tindakan kekerasan ke Satuan Tugas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) atau ke pihak penegak hukum di wilayah masing-masing.

Tanya,. Cara apa yang dilakukan agar tidak terjadi kekerasan anak & Perempuan?…

Jawab,. Kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa dicegah dari lingkungan terkecil yakni lingkungan keluarga. Keluarga berperan penting dengan membangun kolaborasi atau kerjasama antar anggota keluarga, jalin komunikasi yang baik, ajak pasangan dan anak-anak berbicara dan berdiskusi tentang masalah yang dihadapi, kembangkan perilaku positif pada anak, luangkan waktu bersama anak, dan sebisa mungkin menciptakan kondisi yang sehat dan positif dalam rumah selama masa pandemi ini.  Dibutuhkan komitmen antar anggota keluarga dalam menyelesaikan setiap permasalahan rumah tangga agar tercipta suasana yang baik tentunya.

Tanya,. Rata-rata tingkat kekerasan anak di Sultra dilakukan yang berlatar belakang kehiduapan ekonomi mana?

Jawab,. Tindakan kekerasan pada perempuan dan anak merupakan persoalan yang umum terjadi pada siapa saja tanpa memandang umur, pekerjaan, tingkat pendidikan, strata sosial, agama dan budaya seseorang, begitu juga di Sulawesi Tenggara. Jadi, bisa menimpa siapa saja tanpa melihat latar belakang kehidupan ekonomi para pelaku maupun korban.

Saat di singgung mengenai Dunia Pendidikan .,

Tanya,. Bagaimana agar duduk bersama antara pemerintah daerah dan DPD RI mencarai jalan keluar/solusi?..

Jawab,. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Satuan Tugas (Satgas).Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). berupaya melakukan sosialisasi dan kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, melakukan pendampingan, konseling, dan perlindungan terhadap korban.

Saya sebagai Anggota DPD RI yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di masa reses Juli-Agustus 2020 saat ini melakukan roadshow sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah Sulawesi Tenggara. Tentunya terus berupaya memperjuangkan dan menyuarakan hak-hak perlindungan perempuan dan anak di berbagai program kerja di DPD RI.

Tanya,. Bagaimana Pandangan ibu Selaku anggota komite III DPD RI terkait pendidikan yang sampai sekarang belum jelas tatap muka dan sekarang dengan belajar online?..

Jawab,. Kebijakan Pemerintah terkait Pembelajaran Jarak Jauh atau proses belajar secara daring di masa pandemi saat ini mengalami kendala karena minimnya fasilitas jaringan internet di beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau dan tersentuh jaringan internet (blankspot). Selain itu, para orang tua siswa mengeluhkan keterbatasan fasilitas listrik, komputer/laptop, telepon seluler (android) dan kuota internet.

Hal ini menyulitkan para orang tua dan siswa dalam melaksanakan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini.  Belum lagi keluhan orang tua dan siswa terkait tugas sekolah yang diberikan guru dari berbagai bidang studi sangat banyak dengan tenggang waktu pengerjaan sangat singkat.

Hal ini menimbulkan stres dan kelelahan pada anak. Selain itu, belum semua guru memahami Pembelajaran Jarak Jauh yang efektif, menarik, dan menyenangkan bagi anak didik. Pemerintah harus mengevaluasi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh ini termasuk persoalan fasilitas jaringan internet di berbagai daerah terpencil. Selain itu, Pemerintah perlu menyiapkan petunjuk teknis terkait metode pembelajaran dari rumah secara online agar proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berjalan efektif.

Tanya,. Apa belajar secara online dilihat dari sisi pembentukan karakter dapat terbentuk?…

Jawab,. Pembelajaran Jarak Jauh atau secara daring ini memang kurang efektif. Tetapi ini adalah salah satu solusi proses belajar dan mengajar di masa pandemi saat ini. Banyak orang tua mengeluh karena terbebani dan merasa kurang mampu untuk membimbing anak belajar dari rumah. Selain itu, anak-anak juga kelelahan dan belum siap belajar mandiri. Akibatnya anak-anak malas belajar dan mengerjakan tugas. Bahkan banyak yang memilih bermain di luar rumah untuk menghilangkan rasa bosan. Tentu, kita semua berharap anak-anak tetap semangat dan berprestasi selama belajar secara daring dari rumah.

Tanya,. Belajar secara daring dan beban orang tua murid dengan kuota Pulsa internet sangat memberatkan apakah Solusi untuk mengatasi tanggapan ibu seperti apa?

Jawab,. Terkait persoalan kuota internet siswa dan guru, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan sudah mengizinkan sekolah-sekolah menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menunjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jadi, semua berpulang pada kepala sekolah untuk merespon kebijakan ini.

Tanya,. Apakah tantangan era digitalisai dalam mewujudakan dan mencerdaskan anak bangsa?

Jawab,. Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Dalam dunia pendidikan, Pemerintah perlu menyiapkan kurikulum pendidikan keahlian yang lebih efisien dan dapat menciptakan anak bangsa yang kreatif dan inovatif. Kesiapan penyelenggara dunia pendidikan juga sangat diperlukan terkait hal ini. Selain itu, di era digitalisasi sekarang ini peran orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat teknologi sangat dibutuhkan untuk memfilter berbagai informasi yang sangat mudah diakses. Orang tua perlu menanamkan pada diri anak tentang informasi yang layak dan sesuai dengan diri sang anak.

Tanya,. Selain masa Reses apa saja keluhan dari masyarakat di dapil?..

Jawab,. Persoalan kesehatan terkait penggunaan anggaran pada sektor kesehatan dalam penanganan Covid-19, ketenagakerjaan (PHK) dan masuknya TKA selama masa pandemi, kisruh bantuan sosial, persoalan penyelenggaraan proses belajar mengajar selama masa pandemi, masalah akses jalan, permasalahan tambang dan beberapa persolan lain masih menjadi keluhan masyarakat. Sebagai perwakilan masyarakat Sulawesi Tenggara di DPD RI, Saya selalu berupaya menerima aspirasi dan masukan masyarakat dan disampaikan pada pihak-pihak terkait tentunya.

Tanya,. Clossing statement, Harapan ibu terhadap pemerintah pusat apa terkait kekerasan anak dan perempuan?

Jawab,. Saya tentu berharap agar Pemerintah senantiasa memprioritaskan dan mengedepankan kebijakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam hal ini melakukan berbagai upaya dalam melindungi dan memenuhi hak-hak kaum perempuan dan anak terutama dalam pencegahan tindakan kekerasan.

Tanya,. Dalam dunia pendidikan secara daring apa pesan terhadap pak Menteri pendidikan?..

Jawab,.Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan harus memastikan tersedianya infrastruktur telekomunikasi (jaringan internet) dan ketersediaan listrik agar proses belajar secara daring bisa berjalan dengan baik. Selain itu, evaluasi program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) perlu dilakukan secara berkala selama pandemi, agar kebijakan ini bisa efektif dan berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Pos terkait