Hj Andi Nirwana: Pentingnya Sosialisasi 4 Pilar Digelar dan Pancasila Harga mati

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

BOMBANA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Anggota MPR-DPD RI Hj.Andi Nirwana Senator dapil pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra). Acara yang digelar pada, Kamis 25/6/2020.

Acara di selenggarakan di Gedung Serbaguna Kelurahan Kasipute Kec.Rumbia Kab.Bombana. Gelaran Sosialisai, 4 Pilar begitu sangat penting bagi Masyarakat dan dapat di implementasikan dalam bermasyarakat. agar mendapatkan Pemahaman tentang Pentingnya Sosialisasi, 4 Pilar Berbagsa dan Bernegara.

Kegiatan acara mengikuti Peraturan Protokol Kesehatan harus menggunakan masker, Jaga jarak. peserta yang hadir ibu-ibu PKK. dan Bapak Bupati Bombana, H.Tafdi. hadir dalam Sosialisasi 4 Pilar. acara sangat antutias dan penuh semangat dalam mengikuti Acara sosialisasi 4 Pilar.

“Empat pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar tersebut telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dan menjadi komitmen kebangsaan yang harus terus ditingkatkan,”tegas Senator Hj.Andi Nirwana,Kamis (25/6/2020).

Lebihlanjut di tegaskan, Haluan Ideologi Pancasila adalah pedoman bagi penyelenggara negara dalam menyusun dan menetapkan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan nasional di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, mental, spiritual, pertahanan dan keamanan yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, serta arah bagi seluruh warganegara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Pancasila yang terdiri dari Sila pertama dan Sila kelima, yang isi dari Pancasila itu sendiri yaitu lima butir sila yang menjadi azas dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu (1) Ketuhanan yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, dan (5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Tentunya Pancasila sudah  final dan tidak bisa diganggu gugat dan sudah  harga mati,”tandas Andi Nirwana

Mungkin para perumus HIP tidak menyadari, dengan menyatakan tujuan membuat Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ini, sekaligus merupakan pengakuan, bahwa selama 75 tahun berdirinya Republik Indonesia yang seharusnya berdasarkan Pancasila sebagai Landasan Filosofis dan Ideologi Negara.

Penduduk di Republik Indonesia tidak semua Warganegara Indonesia, melainkan juga ratusan ribu warganegara asing yang tinggal di Indonesia sebagai pekerja atau karena alasan-alasan lain. Sebagai penduduk di Indonesia, dengan dicantumkannya warganegara dan “penduduk”, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia, mereka juga diharuskan menghafal Pancasila dan mengikuti arah yang ditetapkan oleh Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila.

Kesalahan pertama penyusunan RUU HIP adalah menggunakan rangkaian kata-kata, “Ideologi Pancasila.” Dalam Empat Pilar MPR dinyatakan, bahwa Pancasila adalah Ideologi Negara. Dengan demikian, menulis Ideologi Pancasila adalah suatu pengulangan, sehinga menjadi “Haluan Ideologi Ideologi.” Jadi seharusnya judulnya adalah “Haluan Pancasila (HP) saja.

Seperti ditulis di atas, di Pasal 1 disebut, tujuan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila adalah sebagai “arah bagi seluruh warganegara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.”

Mau digunakan yang manapun dari keempat penjelasan KBBI, menempatkan Pancasila sebagai haluan atau meletakkan Pancasila terdepan, atau menentukan arah/tujuan Pancasila atau mengarang pedoman Pancasila, semuanya salah.

Kelihatannya penyusun konsep HIP tidak memahami Pancasila, bahwa Pancasila adalah:

1.Landasan Filosofis Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.Ideologi Negara, dan
3. Merupakan sumber. segala sumber hukum Negara.

“Mengenai Pancasila sebagai Landasan Filosofis dan Ideologi Negara sudah jelas sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Negara juga dicantumkan dalam Empat Pilar MPR,”Pungkas Senator Sultra.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *