Hj. Endang Maria Astuti: Generasi Muda agar Tangkal Hoax, Radikalisme

  • Whatsapp

Oleh, Budi.Setiawan

WONOGIRI, AMUNISINEWS.CO.ID.- Gelaran Acara Sosialisai 4 Pilar yang di gelora kan oleh MPR RI mejadikan Pembelajaran, edukasi bagi masyarakat dan kegiatan  bukan saja untuk seremonial tapi harus di implementasikan ditengah kehidupan bermasyarakat. Dan Pemahaman bagi nilai-nilai yang terkandung makna didalam 4 Pilar yang  terdiri Pancasila,UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika.

Penting nya nilai-nilai kebangsaan untuk menjaga NKRI, melalui sosialisasi 4 pilar, Hj. Endang Maria Astuti S.Ag, SH, MH anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Menegaskan mengajak kepada pemuda, mahasiswa, dan pelajar untuk ikut berperan memberi dan mengisi pada bangsa dengan hal positif salasatunya menjaga NKRI dari radikalisme.

Acara sosialisasi diadakan pada hari Sabtu (23/11/19).bertempat di aula Alam Sayang I  Kab. Wonigiri, Jawa tengah dengan tema materi UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI. Dan sosialisasi dihadiri oleh mayoritas mahasiswa, pelajar dan  ormas kepemudaan.

4 pilar kebangsaan yang ada saat ini harus bisa dijiwai oleh, generasi muda fan-fan terus di implementasikan dengan baik ke masyarakat. agar generasi muda menjadi generasi yang mampu berpendirian ‘Tidak mudah termakan oleh hoax dan radikalisme’

Generasi yang tidak mudah terjebak pada radikalisme, generasi yang tangguh, punya solidaritas yang tinggi terhadap NKRI terhadap keutuhan NKRI.

Beberapa Pertanyaan menarik dari peserta gelaran acara;

1.Mengapa saat ini pemerintah justru lebih mudah menangkapi orang-orang yang   dianggap radikalisme?

2.Apa sih radikalisme itu? Bagaimana cara kita membentengi agar tidak mudah terpapar radikalisme..

Dari pertanyaan keduanya itu akan kita jelaskan.

“Di jelaskan anggota MPR RI Hj.Endang Maria Astuti,S.A.g,.S.H,.M.H. Mestinya kelompok  yang dianggap radikalisme diberi pembinaan, jangan hanya baru perkiraan mereka sudah ditangkap. Tapi pemerintah harus lebih peka terhadap masyarakat dan masyarakat. yang peka terhadap lingkungan sekitar.
Disini peran pemerintah sangat penting selain pembinaan.karena paham radikalisme banyak diikuti oleh anak-anak muda. Bahkan ada yang usia belasan tahun, itu karena usia  anak-anak yang mencari identitas diri. mereka sedang melalui proses pencarian jati diri. Dimana eksistensinya dihargai maka mereka akan nyaman dilingkungannya atau komunitas nya,” tegas wanita bersahaja anggota Komisi VIII DPR RI.pada rekan media. Sabtu (23/11/19).

Lebihlanjut ditegaskan, sebenarnya seorang anak tidak akan mudah terpengaruh radikalisme jika ia di keluarga mendapat kan pondasi yang kokoh mengenai kemanusiaan sejak dini. Ketika anak diajarkan kemanusiaan bagi kehidupan bersama diruang Sosial di masyarakat, keluarga memiliki peran dan tanggung jawab penuh dalam mengajarkan nilai kebaikan dalam hidup.
Selain keluarga, Negara dan pemerintah. juga ikut andil dalam menangkal paham radikalisme di masyarakat. Ada banyak hal yang bisa diajarkan sebagai nilai dalam kehidupan bernegara dan paling dekat adalah mengambil dari nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan UUD 1945.

“Pada intinya selain keluarga dan negara. juga memberi kontribusi dalam keteladanan pada masyarakat, dengan menggali nilai budaya bangsa, akan dapat  membantu menegakkan karakter anak bangsa dalam pencarian identitas diri. Dengan begitu ada kesinambungan ketika nilai-nilai kemanusiaan yang diteladani dari rumah tentang pola pikir dan pola perilaku. yang langsung bisa dilihat dan disaksi kan anak, sehingga anak akan mendapatkan nilai positif. Yang tidak hanya dalam bentuk teori saja tapi keteladan dari keluarga, masya rakat dan pemerintah.
Maka secara otomatis ketika anak  pada lingkungan sosial yang luas, anak akan mampu membentengi diri dari paham yang tidak sejalan dengan UUD 1945 dan Pancasila,” tutup Endang.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *