Hj Endang Maria Astuti: Melindungi, Merawat,  Mempertahankan Negaranya  Pilar Berbangsa dan  Bernegara

  • Whatsapp
Hj Endang Maria Astuti (AMUNISI)

Oleh, Budi Setiawan

SRAGEN, AMUNISINEWS.CO.ID.- Anggota MPR/DPR RI Hj.Endang Maria Astuti,S.Ag, SH,.MH menggelar acara Sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar pada hari,Selasa, (11/02/2020) di aula Rosojoy 2 Sragen, Jawa-Tengah.

Dengan menghadirkan.beberapa ormas (organisasi masyarakat). Diantaranya, FKPPI, Karang Taruna, Pelajar dan perwakilan Mahasisiwa. Juga beberapa, Ormas ke Agamaan. Harus kita sadari bahwa Bangsa Indonesia merupakan Bangsa yang besar.

“Acara Sosialisasi empat Pilar, yang digelar disambut antutias dari para peserta dengan penuh semangatnya mereka hadir ditengah-tengah Anggota MPR/DPR RI. Hj.Endang Maria Astuti yang memberikan paparannya, sosialisasi empat Pilar bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika.

Dimana kita harus benar-benar menjalankan dalam kehidupan sehari-hari yang terkandung didalam Empat Pilar tersebut,”pungkas Anggota Komisi VIII DPR RI. Sosok/ Profile Wanita yang murah senyum dan bersahaja.

Lebihlanjut ditegaskan, Dengan segala kemajemukan dan ke anekaragam mulai dari bahasa, agama, adat istiadat. budaya dengan wilayah beragam kekayaan  pulau-pulau yang ada tentu nanti Bangsa yang  besar dengan kondisi tersebut.
Tidak bisa dibiarkan apa adanya tanpa perawatan dan pembinaan, secara  kontinyu karena bangsa yang besar  memerlukan tiang-tiang.atau pilar-pilar  kebangsaan yang kokoh, yang nanti nya mampu  menopang  bangsa. tetap kokoh dan mampu mencegah segala bentuk dari ancaman  yang  dating, tentu harus menyiapkan SDM .

“Amanat baru Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) Yang Menugaskan Setiap Anggota MPR RI. untuk melakukan Sosialisasi di daerah Pemilihan. Kami sebagai Anggota MPR RI untuk melakukan Sosialisasi di daerah Pemilihan, kami sebagai Anggota MPR RI. Wajib melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Nilai-Nilai yang terkandung didalam Empat Pilar yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika,”ucap Anggota MPR RI/DPR RI Endang Maria Astuti, Fraksi Partai Golkar.

Lebih lanjut di jelaskan, yang akan menjadi generasi penerus Bangsa dan dapat menerapkan yang akan menjadi generasi penerus bangsa dapat menerapkan serya mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang mengerti sejarah bangsa dengan  segala karateristik nya. mereka mampu melindungi, merawat dan mempertahankan negaranya. pilar-pilar berbangsa dan  bernegara harus bisa di fahami oleh segenap bangsa kita. sehingga tidak mudah rapuh dan hancur oleh, Narkoba dan Pornografi pada Perkembangan zaman,”tuturnya kepada Peserta Sosialisasi Empat Pilar.

Dalam Sosialisasi empat Pilar ada yang pertanyakan dari beberapa peserta apa sih  yang di maksud pilar bangsa.?

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Endang Maria Astuti selaku Anggota MPR/DPR RI dapil Sragen,Wonogiri, Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh. Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan.

Peserta melontarakan pertanyaan- tanya jawab kembali apa saja jenis-jenis  ancaman yang bisa  meruntuhkan pilar bangsa?..

“Endang Maria Astuti menegaskan, Karena agama digunakan untuk menyebarkan kebencian pada sesama pengikut agama, tindakan kekerasan itu melanggar hak umat beragama yang lain untuk mengungkapkan keberagamaan mereka. Dengan begitu, ia melanggar Pancasila, khususnya Ketuhanan yang Maha Esa.  maka kerukunan umat beragama terancam. Siapa saja dari rakyat Indonesia yang terancam, akan balik menyerang, sehingga keutuhan NKRI juga terancam. Indonesia terdiri dari berbagai sukubangsa, ras, agama, dan kepercayaan. Memusuhi siapapun di antara rakyat Indonesia karena agamanya adalah tindakan yang mencabik-cabik Bhinneka Tunggal Ika,”tutupnya kepada Jurnalis amunisinews.co.id., Selasa, (11/02/2020).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *