Hj Endang Maria Astuti, Turun gunung bersama Mahasiswi STAIMAS gelar Baksos

  • Whatsapp
Hj.Endang Maria Astuti, S.Ag,.S.H,.MH anggota DPR RI daerah Pemilihan, Jawa-tengah

Oleh, Budi Setiawan

WONOGIRI, AMUNISINEWS.CO.ID.- Covid 19 belum berakhir tentunya, Semuanya terkena dampak dari Wabah Virus Corona. Bagi Masyarakat Indonesia.  sedang di landa Ujian dan Coban oleh Tuhan Yang Maha Esa. bagimana kita ini harus bisa saling bahu membahu Satu sama lainya, dan Tolong menolong sebagaimana budaya Bangsa Indonesia.

Kebersamaan Gotong royong agar dapat Meringankan beban sesama umat. tentunya, bagi yang memiliki Rizki lebih untuk dapat ulurkan tangan membantu masyarakat yang terkena dampak Covid 19. karena masyarakat banyak terkena dampak social ekonomi yang kurang baik bagi kehidupan keluarganya, disinilah kepedulian kita bersama-sama.

Srikandi Partai Besutan Airlangga Hartarto Partai Pohon Beringin yang masih berdiri tegak kokoh Partai Golkar. Melalui kader-kader Putra-putri Bangsa yang terbaik, Sebut Saja Wanita bersahaja, Hj.Endang Maria Astuti, S.Ag,.S.H,.MH anggota DPR RI daerah Pemilihan, Jawa-tengah dapil, Wonogiri, Sragen, Karang Anyar. Tak henti-henti Masyarakat, di dapilnya di guyuri Ribuan Paket Sembako dan kali ini pada hari, Sabtu, (9/5/20). Wanita yang dermawan membagikan Paket Sembako membagi ke para Napi (nara pidana) lapas Kab.Wonogiri.

“Hj.Endang Maria Astuti, turun gunung bersama, Team nya dan ditemani adik-adik yang ikut Baksos (Bakti Sosial) bentuk kepedulian sesama dari Mahasiswa STAIMAS Wonogiri, didalam kunjungan di luar Masa Reses kali ini, Wanita dari Komisi VIII DPR RI, bersama 400 Warga binaan membagikan Paket Sembako dalam Rangka Baksos,”ungkap Endang kepada, awak Media di Tempat acara,Sabtu, (9/5/20).

Lebih lanjut, Endang Maria Astuti sebelum turun bersama tentunya memberikan arahan dan bekal pada team relawan yang akan mengantarkan Sembako dari rumah ke rumah sesuai dengan usulan dari RT dan RW setempat.

Usulan dari masukan RT dan RW yang benar-benar mengetahui keadaan lingkungan Sekitarnya dengan Kehidupan Masyarakatnya, karena selama ini belum bisa menikmati bantuan dari Pemerintah.

“Bahkan mereka berkeluh kesah meskipun pensiunan dari PNS. tetapi sekarang masuk dalam kriteria masyarakat kurang beruntung. kerena  gaji nya buat kebutuhan

Selama satu bulan untuk biaya listrik, dan air. jika pas kondisi dalam keadaan sakit, uang hasil gaji PNS tidak mencukupi untuk beli lauk yang bergizi karena bukan dari peserta BPJS. dan aturanya yang rumit membuat para pensiunan sedih dan menjerit,”ungkap salahsatu masyarakat.

Tapi bagi yang tidak tau, masyarakat menganggap pensiunan yang sudah menerima gaji dari negara. setiap bulanya menganggap masih sama hidup bercukupan, itulah, kita sekilas saling memandang tetapi yang dialaminya berbeda dalam kehidupan sehari-harinya.

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait