Hoax, Beras Plastik di Singkawang!

  • Whatsapp
Diduga di isukan beras plastik

oleh: Bobon S

Diduga di isukan beras plastik
Diduga di isukan beras plastik

SINGKAWANG, AMUNISINEWS.COM —Beras yang diduga plastik di Singkawang, Kalimantan Barat, sempat heboh, akhirnya terjawab sudah.

Hasil pengujian beras yang diduga beras plastik oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan bahwa, berdasarkan pengamatan kandungan amilosa dan bentuk sel butir pati beras dapat disimpulkan bahwa beras yang diuji (diduga beras plastik), memiliki kesamaan kadar amilosa dan bentuk sel butir pati, sehingga dapat disimpulkan bahwa beras tersebut bukan beras plastik.

Keterangan dari ahli Dr. Ir. Sugianta, MSi, selaku peneliti IPB  bahwa di Indonesia hingga saat ini belum pernah ditemukan adanya kasus beras plastik, jadi dapat disimpulkan hanya isu yang berkembang di tengah masyarakat

Sebelumnya, keseriusan pihak kepolisian Polres Singkawang dalam menyelidiki dugaan beredarnya beras plastik di Kota Singkawang patut diapresiasi.

Kepolisian setempat segera membentuk tim dan melakukan pengecekan di setiap penjual beras ecer hingga agen beras di Kota Singkawang maupun sekitarnya.

Kapolres Singkawang, AKBP Sandi Alfadien Mustofa berharap, dengan adanya hasil yang dikeluarkan oleh IPB dapat meredam isu beredarnya beras plastik di Kota Singkawang.

“Masyarakat tidak perlu resah untuk membeli beras yang ada di pasaran, saya berharap agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri, bila menemukan makanan yang diduga mengandung plastik. karena uji laboratorium adalah cara yang tepat untuk memastikan apakah ada kandungan plastik atau tidak dalam pangan tersebut,” ujar Kapolres.

Kapolres juga meminta masyarakat untuk jeli (teliti, red) dalam menyimpulkan pangan yang diduga plastik.

“Tidak bermodalkan digumpal, dilempar atau dibakar, terus dapat kesimpulan bahwa pangan tersebut mengandung plastik,”ujar Kapolres.

Satgas pangan akan tetap monitor isu dugaan beras plastik tersebut dan akan memastikan bahwa beras yang ada, adalah beras yang layak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

 

 

 

editor: malik hd

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *