Hutan kota, Hutan Lindung Satwa Destinasi Wisata Kab.Ketapang terkesan Terlantar

  • Whatsapp

Oleh, Teguh A

KETAPANG, AMUNSINEWS.CO.ID.- Hutan kota disebut juga dengan hutan lindung yang sangat dikenal dengan tempat pariwisata dan penuh dengan adanya satwa yang dilindungi kini telah usang ditelantarkan begitu saja, dan hutan kota ini jaraknya tidak jauh dari kota ketapang yang biasa disebut dengan jalan lingkar kota.

Seperti yang dituturkan oleh Abdul Samat dan yang biasa dipanggil sehari-harinya dengan sebutan samat selaku penjaga di lokasi tersebut, selain dari tempat pariwisata banyak juga di sini satwa-satwa yang dilindungi dan dulunya tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat Kabupaten Ketapang disaat hari-hari libur dan juga tempat masyarakat hobi memancing.

Sangat dikesalkan oleh Samat atas ketidak pedulian dari pemerintah selama ini, tempat ini sudah tidak seperti dulu lagi, gertak seteher dan rumah-rumah pondok yang dibangun oleh pemerintah ditelantarkan begitu saja, jika pemerintah sudah tidak memperdulikan tempat wisata ini, sudah jelas masyarakat kabupaten Ketapang merasa kehilangan satu-satunya wisata yang tak jauh dari kota Ketapang hanya berjalan beberapa menit sudah sampai ke lokasi. Tambah Samat

Amunisi investigasi ke lapangan dilokasi pada hari Jum’at, tanggal  (08-02-2020) tempat wisata hutan kota Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat pukul 10.14 siang salah satunya yang juga di temuidengan inisial UD, berpendapat agar pemerintah membangun infrastruktur jalan yang baik guna permudah para pengunjung untuk sampai ke lokasi, karena kondisi jalan cukup memprihatinkan, akses jalan juga oleh salahsatu perusahaan orang asing PT. BSM yang seharusnya jalan ini tidak dilewati perusahaan untuk beraktivitas yang seharusnya mereka harus membuat alternatif jalan sendiri, andai pun perusahaan menggunakan jalan tersebut seharusnya pihak perusahaan harus bertanggung jawab dengan jalan yang digunakan itu, harap pada Pemerintah semoga masih ada perhatiannya atas lokasi tersebut. Tegas UD

Namun eronisnya Amunisi menemukan di lokasi wisata gertak dipenuhi dengan semak rerumputan yang usang tak terawat di atas gertak yang menuju ke dermaga tempat pemancingan wisata rumah tunggu yang berada di seteher sudah banyak yang rusak parah beserta gertak ada yang putus.

Agung salahsatu warga setempat mengatakan kepada Amunisi yang sedang memancing ketika diminta komentarnya, Agung menjawab sayang sekali lokasi ini ditelantarkan oleh pemerintah, dulu masih ada penjaga yang selalu merawat lokasi ini sudah meninggal dunia, tak lama selang kemudian digantikan anak kandungnya kata Agung tempat ini sudah rusak parah dan tidak lagi terawat seperti dulu serta kenyamanan tempat inipun pudar, harapannya Agung melalui Amunisi imbau pada Pemerintah Daerah untuk melakukan renovasi lokasi ini dirawat kembali agar kami dapat memancing lebih nyaman dan ramai pengunjung seperti tempo dulu pungkasnya Agung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *