Hutan Lindung Pantai Juga Digarap Penambang

  • Whatsapp
Oleh Julianto

SUNGAILIAT,BABEL,  AMUNISINEWS.CO.ID–Miris sekali pelaku para penambang timah di kawasan ini, sampai-sampai kawasan Hutan Lindung Pantai juga dirusak, dibabat, digarap oleh penambang timah dengan menggunakan alat berat atau lebih kenal dengan nama Excapator, padahal Hutan Lindung wajib dilindungi.

Padahal sudah sangat jelas sanksi Tindak pidana untuk yang merusak Hutan Lindung adalah ” perbuatan melanggar ketentuan Undang Undang  omor 4q Tahun 1999 tentang Kehutanan atau Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan ( P3H) dengan ancaman sanksi pidana bagi barangsiapa yang secara melawan hukum melanggarnya.

Terpantau pada Selasa  (11/9) sekitar pukul 14.00Wib diduga dikawasan Hutan Lindung Pantai Desa Riding Panjang berjarak 50 meter dari Pantai Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka ada dua unit alat berat sedang beroperasi berupa Exsavator merk Hitachi Z-xis 200 warna  Merah sedang melakukan kegiatan penambangan tanpa ijin.

Pemilik tambang yang diketahui atas nama Feri warga Desa Baturusa mengakui bahwa itu tambang miliknya,

“Iya bang, itu tambang saya,” ujar Feri saat dihubungi melalui telepon.

Feri juga mengakui bahwa lokasi tambang itu sudah masuk kawasan Hutan Lindung Pantai,

“Iya bang, memang itu masuk Hutan Lindung Pantai,” ujar  Feri.

Sementara itu saat ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan SAG yang dikenal vokal dan bersih belum bisa dikonfirmasi secara langsung karena saat dihubungi melalui telepon, Hp yang bersangkutan tidak aktip.

Untuk diketahui, selain tambang milik Feri yang beroperasi di kawasan Hutan Lindung Pantai ada juga tambang milik Afian warga Dusun Batu Ampar  Desa Riding Panjang kecamatan Merawang Kabupaten Bangka yang melakukan aktifitas penambangan dengan alat berat berupa Exsavator tipe Z-xis 200 tersebut.

Pos terkait