Ibu Pembuang Bayi Kandung, Dihadapkan Ke Persidangan

  • Whatsapp
Tersangka Pembuang bayi di persidangan PN Jakut

Oleh : Aston Darwin

Tersangka Ibu Pembuang bayi di persidangan PN Jakut

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID –  Mahluk hidup hampir sama, juga dengan binatang selalu perlu makan. Namun caranya berbeda, dalam memperoleh makanan. Bahkan manusia kadang lebih keji,.dari binatang. Sebaris bait lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Iwan Fals, sangatlah pantas ditujukan kepada terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri. Sebagai mahluk ciptaan yang paling sempurna, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, sudah seharusnya bersyukur karena diberikan akal dan fikiran. Namun, semua yang diberikan oleh Sang Pencipta, ternyata tidak bisa dia pergunakan. Ironisnya lagi, binatang buas sekalipun, pasti tidak akan pernah memangsa bahkan untuk membunuh anaknya sendiri.
Adapun peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, berawal saat dirinya, tengah hamil akibat hubungan terlarang yang dilakukan bersama kekasih hatinya. Karena merasa ditinggal oleh kekasinya yang berinisial “Eja”, membuat dirinya menjadi kebingungan. Seketika itu juga, terbersit niat dan harapannya untuk menjumpai sang kekasihnya tersebut, ke kota Jakarta. Setelah sampai di Jakarta, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri pun mencoba untuk mencari kerja. Kendati sebagai Asisten Rumah Tangga, pekerjaan itu pun, akhirnya didapatkan juga.Setelah sekian lama bekerja di rumah saudara Hendarto Permadi ( Majikannya) yang beralamat dijalan Sunter Hijau IX, Vila Danau Indah, Blok A – C, No.8, Rt.17/ Rw.10, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tg. Priuk, Jakarta utara, perut terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, mulai terasa mules dan akan segera melahirkan anaknya.
Detik itu juga, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, langsung masuk kedalam kamar mandi yang berada dilantai 1. Selanjutnya, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, duduk dilantai dan bersandar ditembok kamar mandi tersebut. Beberapa menit kemudian, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri pun meronta sekuat tenaga, agar si jabang bayi tersebut, bisa dikeluarkan. Begitu bayi mungil berjenis kelamin perempuan berhasil dilahirkan, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri pun keluar, untuk mengambil kantongan plastik kresek berwarna merah. Agar tidak diketahui sang majikannya, bayi mungil yang baru dilahirkan itu pun, langsung dimasukkan kedalam kantong plastik kresek berikut dengan ari. – arinya.
Setelah hari mulai gelap, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri pun, keluar dari rumah majikannya untuk membuang kantongan plastik kresek yang berisikan bayi mungil kedalam tumpukan sampah. Keesokan harinya, salah seorang tetangga majikannya yang berinisial Istaqul Amirah pun, merasa curiga terhadap tumpukan kantongan plastik kresek tersebut.
Begitu dibuka, ternyata isi kantongan plastik kresek berwarna merah tersebut, adalah mayat seorang bayi. Setelah mendengar kabar tersebut, sontak warga yang tinggal dijalan Sunter Hijau IX, Vila Danau Indah, Blok A-C, Kelurahan Sunter Jaya, langsung dibuat geger.
Tanpa membuang waktu, warga Kelurahan Sunter Jaya tersebut, langsung menghubungi aparat kepolisian. Berdasarkan hasil rekaman CCTV dari rumah saudara Hendarto Permadi, barulah diketahui bahwa pelaku pembuangan bayi mungil kedalam tumpukan sampah tersebut adalah terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, langsung dibawa ke kantor polisi.

Pada sidang yang sebelumnya, saksi Lilik yang merupakan anggota Kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Polsek Metro Tg. Priuk mengatakan, pada saat sedang piket, ia mendapatkan  informasi, bahwa dijalan Sunter Hijau IX, Vila Danau Indah, Blok A – C, No.8, Rt. 017/ Rw. 010, ada ditemukan sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan. Nah……begitu mendapat informasi, saksi bersama dengan anggota timnya, langsung berangkat menuju lokasi. Setelah sampai dilokasi, berdasarkan hasil rekaman CCTV, terlihat gambar terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, sedang membuang bungkusan plastik kresek ke tumpukan sampah. Selanjutnya, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri dibawa ke kantor polisi. Menurut pengakuan terdakwa, bahwa dirinya memang sengaja, membuang bayi mungil tersebut, karena malu  anaknya lahir tanpa seorang bapak. Begitu mendengar keterangan saksi, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri, hanya bisa menundukkan kepalanya. Kamis, 6 September 2018, Wib, Dihadapan Majelis hakim, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri mengatakan, pada Hari Minggu tanggal 6 Mei 2018, ketika sedang membersihkan rumah majikannya, ia memang sempat terpeleset dan terjatuh. Tidak lama kemudian, ia pun merasakan kalau perutnya mulai terasa mules. Seketika itu juga, ia pergi ke kamar mandi yang berada dilantai
1. Setelah dikamar mandi, ia pun meronta agar sang bayi bisa dilahirkan. Setelah itu, ia pun membersihkan percikan darahnya. Begitu sang bayi lahir, ia ( terdakwa) langsung mencari kantongan plastik kresek berwarna merah. Selanjutnya, mayat sang bayi, langsung dimasukkan kedalam kantongan plastik kresek berikut dengan ari – arinya. Dengan suara yang terbata – bata, terdakwa Rustina alias Tina bin Damiri mengakui, bahwa ia terpaksa membuang bayi tersebut, dikarenakan takut dan malu. Ucap nya dihadapan persidangan.
Hakim ketua Agung Purbantoro, SH,.MH yang didampingi hakim anggota Firman, SH dan Parnahean Silitonga, SH mengatakan, untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali, setelah 1 minggu kedepan.

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait