Indonesia dapat Manfaatkan Teknologi Geopolitik diantara Negara Adidaya AS dan Tiongkok

  • Whatsapp
KH.AS'AD SAID ALI

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Sejak 2014, AS  memang begitu galak terhadap perusahaan teknologi Tiongkok (China). Huawei Technologies. Huawei kini dilarang untuk menjual produk-produknya di AS. (USA)

AS menuduh perangkat Huawei bisa disusupi oleh intelijen China untuk memata-matai negara lain. AS berpendapat penetrasi Huawei harus dibatasi bahkan diblokir. Maklum senjata yang paling kuat saat ini adalah teknologi. Siapa yang kuasai 5G akan mendapatkan keuntungan ekonomi, inteljen dan militer.

Teknologi ini akan menjadi tulang punggung untuk teknologi sensor, robot, kendaraan otonom, dan perangkat lain yang mengonsumsi data dalam jumlah besar.

Amerika memang harus menghadang semua langkah Tiongkok. Dengan alasan keamanan nasional. Tidak bisa dibantah. Korban pertamanya Huawei. Promotor 5G di dunia. Perusahaan Amerika dilarang menjual apa pun ke Huawei. Dan dilarang membeli apa pun dari Huawei. Itulah keputusan Presiden Donald Trump.

“KH As’ad Said Ali mengatakan Inggris juga ikut-lkutan, mulai 15 Juli 2020 melarang Huawi 5 G Kit dengan alasan keamanan negara. Teknologi yang digunakan dapat menyedot informasi yang tidak boleh diketahui negara lain,”dalam akun Media Sosial baru-baru ini.

Langkah Inggris itu meniru negara Anglo Saxon yang lain khususnya Amerika Serikat. Jadi bukan hanya soal larang melarang, tetapi sudah menyangkut spionase dan kontra spionase.

“Kolonialisme yang karakternya  ingin mendominasi dan mengusai akan direalisasikan melalui pengusaan teknologi. Dan bila hal ini terjadi, maka tesis Huntington tentang perang peradaban akan menjadi nyata di abad 21 ini,” jelas KH. As’ad.

Bagaimana dengan sikap Indonesia, pada hal huwaei sedang memasarkan produknya di Indonesia antara lain huawei Mate 30 Pro dan Huawei P50 lSG. Mungkin teknologi nya berbeda dengan Huwei 5 G kit.

As’ad Said Ali mengharapkan, sebagai negara yang berdaulat Indonesia mestinya jangan tinggal diam dalam menyikapi produk-produk huawei yang ada di Indonesia karena bisa jadi digunakan sebagai spionase.

Ia melanjutkan di tengah-tengah perang antara dua raksasa ekonomi Amerika dengan China Indonesia harus mengambil peluang dagang dengan mengisi produk-produk yang selama ini diisi oleh China ke Amerika Serikat.

Kemudian Indonesia harus memanfaatkan geopolitik dengan strategi mengusai  teknologi untuk menjadi negara adidaya ditengah-tengah Amerika dan China yang sedang perang, baik perang dagang maupun perang fisik.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *