Infrastruktur Pembangunan dan Jalan Di Beberapa Kecamatan Kab.Ketapang Memprihatinkan

  • Whatsapp

Oleh, Dedi Sumarni

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID.- Sepanjang jalan, sejauh mata memandang dan kaki berjalan, awak media Amunisinews.co.id. lakukan investigasi ke beberapa desa mengenai jalan serta pembangunan khususnya yang ada dibeberapa kecamatan dan desa-desa pedalaman Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada waktu lalu.

Seperti yang disampaikan salahsatu warga yang ditemui Amunisinews.co.id. di lapangan mengatakan, berapa kali Pemimpin berganti nama, berapa kali ganti gubernur, berapa kali ganti Dewan, Bupati dan bahkan sampai 3 periode jabatan mereka habis, dari tingkat bawah sampai atas, belum juga infrastruktur jalan kami diperbaiki.

Canci salahsatu warga katakan, dari Kecamatan Tumbang Titi sampai ke Jelai Hulu keadaan jalan Provinsi sangat memprihatinkan, 75 tahun Indonesia merdeka kami khusus masyarakat daerah perdalaman yang merasa tidak adanya kepedulian dari pemerintah Daerah maupun pusat. Kemana para wakil dan pemangku negeri ini, sehingga infrastruktur dibiarkan begitu saja, padahal banyak insvestor di daerah ini, apakah tidak ada belas kasihan pada kondisi jalan yang terjadi saat ini, ujar Canci pada amunisinews.co.id.

Lanjut lagi Canci katakan hari Kamis lalu (21/01/2021), dari lima (5) kecamatan mengadakan rapat koordinasi mengenai jalan di Tumbang Titi-Tanjung, yaitu dihadiri dari (KecamatanTumbang Titi, Jelai Hulu, Marau, Manis Mata, dan Air Upas).

Beberapa waktu lalu, Amunisinews.co.id juga temui Pransiskus Radi di rumahnya selaku Kepala Desa Tribun Jaya Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, seperti yang diharapkan masyarakat pada pemerintah daerah Kabupaten Ketapang maupun kepada pemerintah pusat agar peduli dengan mirisnya situasi dan kondisi khususnya di daerah perdalaman yang sangat memprihatinkan, salahsatu yang terjadi di desa Tribun Jaya dan juga beberapa desa lainnya seperti kurangnya tingkat pendidikan serta Pembangunan sekolah, rumah ibadah dan lainnya.

Saya selaku Kepala Desa, seringkali didatangi masyarakat yang sering kali mengeluh mengenai jalan yang rusak parah, apalagi jika dimusim penghujan.

Selain itu juga kurangnya pembangunan pada rumah ibadah seperti gereja yang sangat sempit membuat warga berhimpitan semakin kecilnya ruang, apalagi untuk masjid sangatlah jarang ada di perkampungan. Contohnya saja gereja yang ada di desa saya dari tahun ke tahun belum pernah di rehab, semenjak berdiri pada tahun 1996 belum pernah adanya perehaban. Dan keinginan masyarakat di sini berharap agar pemerintah segera membangun dan memajukan pada wilayah perdalaman, agar daerah kita berkembang dan juga bisa memudahkan kami masyarakat perdalaman bisa menikmati pulang dan perginya ke kota, ungkap Pransiskus Radi pada Amunisinews.co.id.

Adapun bantuan yang diperoleh dari pemerintah Kabupaten Ketapang ada sekali saja sebesar Rp.7.500.000, dari Dinas Sosial melalui bantuan hibah, setelah itu tidak pernah lagi sampai sekarang.

Dan dari keterbatasan anggaran pada suatu wilayah, sehingga membuat sulitnya saya selaku kepala desa apa yang harus diutamakan untuk kita alokasikan dan pembangunan apa sekiranya kita prioritaskan terlebih dahulu, tambah Pransiskus Radi.

Umai salahsatu warga juga selaku perangkat desa di desa Bayam Raya juga mengatakan, seperti sumber air bersih saja yang sudah diangankan masyarakat dari tahun ke tahun belum juga terpenuhi, padahal perusahaan yang ada dan sudah berdiri dari sekian tahun saja tidak menjamin kesejahteraan masyarakat, yang seharusnya sebagai Mitra masyarakat bisa membantu seperti penerangan lampu yang belum tersentuh listrik di desa kami, padahal pabrik saja baru berdiri.

Seperti juga jalan di perkampungan yang sepotong-sepotong/spot-spot, jalan perusahaan dilatrit separuh jalan perkampungan dibiarkan begitu saja.

Dari janji Anggota Dewan yang kami pilih, sampai sekarang belum terealisasikan, harapan masyarakat agar aspirasi dewan yang terpilih di dapil 04.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *