Inilah Penampakan Proyek Normalisasi SDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

  • Whatsapp

Oleh  Herman Saleh

 

BELINYU, SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.CO.ID-Normalisasi Sungai adalah usaha untuk mengembalikan sungai ke fungsi awalnya. Normalisasi dilakukan saat kondisi sungai sudah terlalu dangkal sehingga membutuhkan pengerukan, banyaknya dinding sungai yang rawan longsor, adanya sistem aliran yang belum terbangun dengan baik, dan banyaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang disalahgunakan untuk kegiatan pertambangan oleh penduduk setempat.

Untuk mengoptimalkan proses normalisasi aliran sungai atau DAS itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan beberapa usaha, diantaranya adalah; pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam sungai, sehingga kalau memasuki musim hujan, tidak terjadi banjir.

Namun proses hasil normalisasi yang diharapkan tidak sepadan dengan biaya besar yang dikeluarkan, sebagai contoh; Normalisasi saluran banjir Desa Sungai Lumut dusun Parit Kelapa Dusun Gedong di Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka.

Dana yang dikeluarkan untuk normalisasi itu sebesar Rp.1.527.715.000.00 dengan nomor kontrak ; 610/11/SPK/DPUPR/APBD/V/2018, dikerjakan oleh rekanan PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung CV.Kamikawa, kontrak pada tgl 23 mei 2018 berasal dari APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 Hasil normalisasi itu nampak terlihat seperti pada gambar diatas, dimana dalam penampakan itu aliran sungai atau DAS setelah dilakukan normalisasi masih dipenuhi oleh pasir dan lumpur, seakan akan tidak pernah dilakukan pengerukan. Aliran Sungai atau DAS masih terlihat dangkal.

Sementara itu Kabid Sumber Daya Air (SDA) PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  Bariansyah  Saputra ST mengatakan, untuk proyek normalisasi Desa Lumut, sudah kita lakukan dan itu terlihat sudah dangkal karena Sendimen dari atas itu yang turun terus.

” Ada Sendimen dari atas itu yang turun terus, jadi sudah ketutup lagilagi,” katanya diruang kerjanya, Jum’at (5/10).

Saat disinggung bagaimana langkah selanjutnya, Bariansyah belum berani menjelaskan langkah selanjut apa, selain itu Bariansyah juga belum menjelaskan realisasi terkait pembayarannya, apakah sudah seratus persen atau baru termin kedua.

Pos terkait