Istana Tak Berani Intervensi Kasus.?

  • Whatsapp

Nugroho DjayusmanAMUNISINEWS.COM, JAKARTA – Masih ingat Kapolda Metro Jaya era Presiden Gus Dur?
Nugroho Djayusman, begitu nama lengkapnya, “buka suara” soal Pilkada DKI yang “memanas” ini.
Ia katakan, sebagai kota besar dan Megapolitan, Jakarta merupakan barometer Indonesia.

Makanya, jika Pilkada itu suk-ses, dan memilih pemimpin yang kapabel, otomatis menjadi model bagi daerah lainnya.
“Jadi, warga Jakarta, harus cerdas dan menggunakan akal sehatnya dalam memilih calon Gubernur,” ujarnya ke AMUNISINEWS.COM.

Tak hanya itu. Ia juga menyoroti salah satu calon yang dililit masalah, bahkan kasusnya bergulit di pengadilan, tetap harus objektif, tetap mengusung asas praduga tak bersalah.
“Janganlah memvonis dulu sebelum penegak hukum,” pintanya.

Bahkan, ia menyakini, istana yang sas susnya dekat dengan Ahok, bakal tidak mengintervensi. Alasannya, jika itu terbukti, maka akan merugikan istana. “Jadi, kemungkinannya kecil,” ujarnya tanpa merinci detail kerugian itu.

Lagi-lagi ia berharap, selain tertib, aman dan demokratis, warga Jakarta dapat memilih Gubernur yang benar-benar pro rakyat, mau mengimplementasikan visi dan misinya di kampanye.
“Ingat, Jakarta itu anekaragam, jadi tidak boleh dijadikan benih permusuhan. Melainkan keragaman itu sebagai asset dalam menggerakan pembangunan. Apalagi APB DKI 70 triliun,” tuturnya mengingat elit politik soal keberagaman Jakarta.

Selain Jakarta, Nugroho juga berharap 101 Pilkada serentak di Indonesia, sekali lagi berjalan demokratis, aman, dami sehingga stabilitas nasional terjaga. Sebab, dengan keamanan nasional yang stabil,
“Pembangunan bisa dilakukan untuk sejahterakan rakyat, adil dan makmur seperti amant UUD 1945,” paparnya mengakhiri
Komjen Pol (purn) Nugroho Djayusman juga berharap, 101 PILKADA serentak di seluruh Indonesia pada tahun 2017 bisa berjalan secara demokratis, aman, dan dama, sehingga setabilitas nasional bisa terjaga.
Karena dengan keamanan nasional yang stabil, kita bisa melakukan pembangunan untuk mensejahterakan rakyat demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil dan makmur.

Lagi-lagi ia berharap, selain aman, tertib dan demokratis, warga Jakarta dapat memilih Gubernur yang terpilih nanti benar-benar pro rakyat dan mau mengimplementasikan visi dan misinya yang di janjikan lewat kampanye.

 

 

Oleh: * budi s

Pos terkait