Jalan Kabupaten di Desa Sukasari Rusak Parah

  • Whatsapp

JALAN RUSAK -OKI- NASIONAL

OKI, AMUNISINEWS.COM –  Berbicara jalan rusak , merupakan hal lumrah bagi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, jalan –jalan yang menghubungkan antara desa yang satu ke desa yang lain, kondisinya sangat meperihatinkan.

Salah satu jalan yang tingkat kerusakannya terbilang parah  adalah jalan kabupaten yang ada di Desa Sukasari Kecamatan Mesuji Raya merupakan jalan yang menghubungkan beberapa desa dalam Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan.

Kondisi jalan ini mengalami kerusakan sangat parah dalam beberapa bulan terakhir ini, dan sangat sulit untuk dilewati, pengendara yang akan melewati jalan ini harus ekstra hati-hati karena jalan yang sempit, dan berlumpur, tidak jarang pengendara motor yang jatuh ke kubangan jika tidak ekstra hati-hati.

Menurut Ketua KUD Madya Karya Bakti, Desa Sukasari, Suhadi  bahwa jalan kabupaten tersebut sudah sering diperbaiki, digusur pakai alat berat sudah berkali-kali, ditimbun pakai batu koral sudah berapa truk hingga tak terhitung lagi dari beberapa tahun sebelumnya, melalui KUD yang dipimpinnya.

Saat ini keadaannya lebih parah lagi, lanjutnya,  karena volume kendaraan yang melewati jalan tersebut lebih banyak lagi, lantaran jalan produksi yang biasa dilewati penduduk sebagai jalur alternatif digunakan oleh kendaraan yang bermuatan material untuk membangun jalan tol.

“Kendaraan yang membawa material untuk jalan tol semuanya bermuatan berat, menyebabkan jalan produksi kami jadi hancur, sehingga masyarakat yang biasa melewati jalan produksi tersebut berputar arah ke jalan kabupaten yang ada di desa kita, maka jalan kabupaten tersebut jadi ikut hancur dan sulit dilewati,” jelas Suhadi.

Senada dengan Suhadi, salah seorang masyarakat setempat Aidan membenarkan bahwa jalan kabupaten yang ada di Desa Sukasari tersebut rusak parah, karena imbas dari kendaraan bertonase berat yang membawa material untuk membangun jalan tol melewati jalan produksi.

“Dari pihak kontraktor jalan tol menyiapkan alat berat yang standby di lokasi yang dilewati fuso pengangkut material dari jam 08.00 pagi hingga pikul 16.00 sore, lewat dari jam tersebut alat berat tidak dioperasikan lagi, jika ada kendaraan yang selip maka harus bergotong royong untuk menariknya,” tuturnya. (Darman)

Editor: hendra usmaya

Pos terkait