Jalan Pasir Desa Dibangun Asal Jadi

  • Whatsapp

oleh Robi

BANGKA,AMUNISINEWS.CO.ID– Proyek pembangunan Jalan kampung Pasir Desa Batu Rusa menuju Terang Bulan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka di duga dikerjakan asal – asalan .

Pasalnya ,  proyek yang sudah habis masa pelaksanaannya itu sampai hari ini, Rabu (23/10) belum selesai dikerjakan, padahal batas ahir masa pelaksanaannya tanggal 15 Oktober 2019 yang lalu.

Namun realisasi pekerjaan sekitar 80 %, terlihat juga kondisi jalan Tanah Puru itu terendam air dan khusus untuk jembatan kayu, terlihat juga ada beberapa kayu penyangga/penghubung yang digunakan untuk jembatan tersebut  sudah belah/pecah dan disambung seadanya,

Pantauan Deteksi/ Amunisi , hampir semua kayu penyangga/penghubung sudah terbelah , sedangkan penyambungan antar kayu penyangga tidak dipaku dan hanya diikat menggunakan kawat kecil.

” Belum lama jembatan ini selesai , tapi kayu nya sudah terlihat belah dan patah ,” ungkap Hatta warga Desa Baturusa yang sedang memancing ,Rabu (23/10/2019) .

Selain itu Cerucuk untuk penyangga Talud juga dipasang pendek sekali, Satu batang kayu Cerucuk dipotong menjadi 3 potongan, padahal tanahnya labil dan lembek sekali.

“Terlihat untuk Cerucuk sudah di potong-potong pendek, semestinya Cerucuk itu utuh dan ditanam sedalam mungkin sampai memcapai tanah keras”, Kata AR ( warga Baturusa yang berprofesi sebagai pemborong saat melintas dilokasi)

AR juga mengomentari penggunaan pasir untuk membuat adukan semen dari bekas galian Sungai dilokasi jalan Tanah Puru itu, menurut AR pasir itu kandungan garamnya tinggi karena air Sungai itu asin.

” Pasirnya juga mereka tidak beli pak, padahal untuk Talud mesti gunakan pasir yang tidak dari Sungai yang airnya asin karena kalau pasir disekitar itu kandungan garamnya tinggi”, terang AR.

Terpisah, Pimpinan DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar Sidi mengatakan , Pihaknya sudah melakukan pengawasan dalam beberapa hari yang lalu dan membenarkan adanya pengerjaan proyek tersebut menurutnya tidak sesuai atau diduga asal jadi .

” Kami sudah melakukan pengawasan dalam beberapa hari yang lalu dan benar ada pengerjaan proyek itu , tapi menurut saya tidak sesuai atau diduga asal jadi ,’ Ungkap Politisi PDIP ini kepada sejumlah wartawan dikediamannya , saat acara Rebo Kasan, Rabu (23/10/2019).

Pembangunan jembatan itu  tidak sesuai dengan harapan karena tidak bisa dilewati oleh Mobil jika hendak melintasi jembatan tersebut ,” Tambah Ketua DPRD Bangka Periode 2019 – 2024.

Diketahui, nilai pagu dana
986.767000,00 (Sembilan Ratus Delapan Puluh Enam  Puluh Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Rupiah )  , yang bersumber dari kegiatan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Bangka Tahun 2019 , masa pengerjaan 120 hari , mulai dari 18 Juni hingga 15 Oktober 2019, pelaksana dari Dinas PU PR Kabupaten Bangka dengan rekanan dari CV Tridana Salimar .

Pos terkait